Home » Infrastruktur »
 
INFRASTRUKTUR
Halaman ini dibaca : 8 Kali
small fontmedium fontlarge font
Perhubungan

Jalan dan jembatan merupakan prasarana yang sangat penting bagi penunjang sarana angkutan darat. Sesuai dengan fungsinya, kondisi jalan sangat mempengaruhi kelancaran hubungan dari satu wilayah ke wilayah lain. Kondisi jalan yang kurang baik/rusak dapat mengakibatkan suatu wilayah menjadi terisolir dan perkembangannya menjadi tertinggal dari daerah lain. Dilihat dari statusnya, jalan dibedakan menjadi 4, yaitu : Jalan Nasional, Jalan Propinsi, Jalan Kabupaten dan Jalan Desa. Jika dilihat dari ruas jalan, di Kabupaten Paser hanya ada satu kelas jalan, yaitu kelas IIIA sepanjang 533.95 Km dan sisanya kelas tidak terinci.

Perkembangan pembangunan infrastruktur di Kabupaten paser mengalami kemajuan yang cukup berarti, terutama dalam membuka isolasi daerah pada wilayah yang berbatasan dengan Kalimantan Selatan dan Kabupaten Kutai Barat. Infrastruktur yang sangat penting dalam kegiatan bisnis maupun aktivitas harian masyarakat di Kabupaten paser meliputi fasilitas transportasi darat dan transportasi laut. Pada Tahun 2003, panjang Jalan Nasional yang berada di Wilayah Kabupaten paser adalah 235,44 Km, Jalan Propinsi 176,75 Km dan Jalan Kabupaten 980,59 Km. Selain jalan, Kabupaten paser juga memiliki jembatan untuk memperlancar transportasi angkutan darat, yang berjumlah 222 buah, dengan panjang keseluruhan 3.534,5 m.



Untuk transportasi antar kota/kabupaten, tersedia rute dari Balikpapan menuju Pelabuhan Semayang, yang dilanjutkan ke Pelabuhan Penajam Paser Utara hingga tiba di Tanah Grogot (Kabupaten paser). Selain itu, terdapat pula angkutan darat yang memanfaatkan jalur Tanah Grogot-Batu Licin (Kalimantan Selatan), Kuaro-Banjarmasin dan Tanah Grogot- Penajam. Jumlah kendaraan angkutan penumpang yang beroperasi di Kabupaten paser, baik untuk trayek dalam kota maupun antar kota adalah 230 mobil minibus dan enam buah jenis bis medium.



Dilain pihak, transportasi laut juga penting dalam menentukan kelancaran arus keluar masuk produk-produk konsumsi dan bahan baku industri dari dan ke dalam Kabupaten paser, terutama dalam menjamin kelancaran pemasaran maupun transhipment point produk untuk proses produksi selanjutnya. Untuk memperlancar kegiatan tersebut, di Kabupaten paser terdapat 10 buah lokasi pelabuhan, tepatnya di Kecamatan Kuaro, paser Belengkong, Tanah Grogot dan Tanjung Aru. Arus kapal barang yang melalui pelabuhan-pelabuhan di Kabupaten paser tersebut relatif padat. Dengan demikian, dibutuhkan alat-alat transportasi laut, terutama yang berasal dari jenis perahu bermotor. Jumlah kapal yang masuk dalam setahun tercatat mencapai 1.253 buah kapal, dengan total muatan sebanyak 140.124 metrik ton sepanjang tahun 2003. Di lain pihak, kapal yang keluar tercatat sebanyak 1.228 kali keberangkatan, dengan total muatan sebanyak 15.434.353,94 MT. Jenis-jenis barang yang didatangkan ke Kabupaten paser melalui Pelabuhan Podong meliputi semen, pupuk, kargo, BBM dan barang lainnya, sedangkan produk-produk yang ditransportasikan keluar dari Kabupaten paser melalui pelabuhan tersebut meliputi minyak kelapa sawit, kayu bulat, alat ?alat berat, kayu masak, minyak inti sawit, udang. Dilain pihak, sungai menjadi jalur transportasi yang sangat penting, karena beberapa pemukiman membentuk pola yang mengikuti aliran sungai dan menggunakan sungai sebagai jalur transportasinya.


Kembali ke halaman semula
   
Kembali atas halaman ini

 

Berita Terbaru

Berita Populer


Tamu Online : 6
       

Serba-Serbi

Download File

Gallery Foto & Peristiwa

Danau Buatan
taman mawar at the night
Masjid Agung Paser
Masjid Agung Paser
Masjid Agung Paser

Hak Cipta © 2009 Pemerintah Kabupaten Paser
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
Jl. Sultan Ibrahim Khaliluddin Telp (0543) 21233, 21236 Fax. (0543) 21427 Tanah Grogot

Halaman ini terbuka dalam waktu : 0.002096 Detik