 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 1 Kali |
|
|
 | Belum Ada Sosialisasi Harga Elpiji |
| PASERKAB, 16-07-2008 00:00:00 WITA
Aturan yang membatasi pengecer gas elpiji agar tidak mengambil keuntungan lebih dari Rp5.000 tampaknya perlu disosialisasikan lagi oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) Kabupaten Paser.
Terbukti, hingga saat ini, sejumlah pengecer gas elpiji yang ada di Tanah Grogot rata-rata masih mengecer jauh lebih tinggi di atas harga yang telah ditetapkan Pertamina, yakni sebesar Rp 85 ribu untuk tabung 12 kg. Padahal, sesuai ketentuan, harga gas elpiji untuk tabung 12 kg di wilayah Paser ditetapkan sebesar Rp 71.300.
Sejumlah pengecer gas elpiji saat ditanya rata-rata mengaku belum mengetahui adanya ketentuan mengenai keuntungan yang tidak boleh melebihi Rp 5.000. Pasalnya, sampai saat ini, belum pernah ada pemberitahuan dari dinas terkait.
?Mana kami tahu kalau tidak ada pemberitahuan kalau keuntungan menjual gas elpiji tidak boleh melebihi Rp5.000. Yang pasti, pemerintah harus mengerti dengan nasib pedagang dong. Jangan semaunya bikin ketentuan seperti itu. Kan kasihan kami pedagang kecil kalau soal itu saja harus dibatasi,? ungkap salah seorang pengecer elpiji dengan nada protes.
Sedang pengecer elpiji lain yang ada di Tanah Grogot saat dikunjungi Kaltim Post mengaku bisa menerima ketentuan dari pemerintah mengenai keuntungan yang tidak boleh melebihi Rp5.000. Tapi, katanya, jatah untuk pengecer yang selama ini dibatasi hanya dapat 3 tabung gas setiap harinya dari agen resmi yang ada di Tanah Grogot ditambah menjadi 5 tabung.
?Paling tidak ada tambahan jatah tabung gas dari 3 tabung menjadi 5 tabung dari agen elpiji. Selama ini pihak agen resmi alpiji di Tanah Grogot hanya memberi kami jatah sebanyak 3 tabung, sehingga wajar jika kami berharap keuntungan lebih,? ungkap pengecer yang menolak ditulis namanya dalam pemberitaan.
Dibagian lain pengecer tadi mengaku, mestinya pemerintah tidak perlu repot-repot melakukan pembatasan keuntungan bagi pengecer gas elpiji. Pasalnya, menyangkut keuntungan itu adalah persoalan rezeki.
?Yang lebih penting lagi, sampai saat ini belum ada keluhan apalagi protes dari warga Tanah Grogot menyangkut harga elpiji. Warga setuju saja harga gas sampai Rp80 ribu. Buktinya, warga tetap beli di sini dan tak pernah mengeluhkan harganya,? tambah pengecer lainnya dengan nada serius. (KaltimPost, 16072008)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA :
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 6
|