 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 1 Kali |
|
|
 | Tinjau Sekolah Teknik, Bupati Wanti-wanti Kontraktor |
| PASERKAB, 22-01-2008 00:00:00 WITA
Tak mau kecolongan lagi dengan pekerjaan yang asal-asalan, sehingga berdampak terjadi kerusakan yang cukup fatal seperti yang terjadi pada pembangunan SD-SMP Terpadu di Tapis Kecamatan Tanah Grogot, Bupati Ridwan Suwidi mewanti-wanti pihak kontraktor untuk bekerja lebih serius sesuai kondisi perencanaan yang ada.
Hal ini ditegaskan Ridwan Suwidi saat melakukan peninjauan pembangunan Sekolah Teknik atau Sekolah Kejuruan Negeri di kilometer 2 Tanah Grogot yang didanai Provinsi Kaltim dengan nilai pekerjaan mencapai Rp 2,1 miliar lebih.
Bupati Ridwan Suwidi yang saat peninjauan tersebut didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan Paser Bahrun serta sejumlah pejabat, tak hanya mewanti-wanti pengawas untuk melakukan pengawasan sesuai prosedur perencanaan, tapi juga untuk selalu berkoordinasi dengan pihak kontraktor dan termasuk jajaran terkait.
"Saya tidak mau lagi lihat pekerjaan seperti SD-SMP Terpadu terulang, semuanya hancur. Tolong maksimalkan pekerjaan, khususnya mutu pekerjaan Anda,"tegas Ridwan Suwidi saat itu dengan mimik wajah yang cukup serius.
Menurut bupati, selama ini yang terjadi sehingga banyak pekerjaan infrastruktur yang hasilnya di bawah standar, lebih akibat kurangnya pengawasan. Karena itu, diharapkannya, semua pihak yang terkait untuk selalu berkoordinasi dan termasuk pihak provinsi jika memang realisasinya didanai melalui APBD I.
Bagian, ditambahkan Ridwan Suwidi, sesuai perencanaan, pembangunan Sekolah Teknik ini direncanakan satu lokasi dengan pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) dan pembangunannya juga direncanakan tahun anggaran 2008.
Sementara itu, menurut Bahrun, Plt Dinas Pendidikan Paser, Sekolah Teknik Kejuruan ini direncanakan akan mulai menerima siswa baru pada tahun ajaran baru, yakni Juni 2008. Sedangkan pembangunannya didanai pemerintah Provinsi Kaltim melalui anggaran Dinas Pendidikan Kaltim.
"Untuk tahap awal, pembangunannya meliputi 4 lokal serta ruang perkantoran. Rencananya, bangunan Sekolah Teknik yang berdiri di atas tanah seluas 100x300 meter persegi ini akan terus berlanjut setiap tahun hingga realisasi perencanaan pembangunan yang ada semuanya terealisasi,"jelas Bahrun.(kaltimpost 22012008)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA :
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 7
|