Berita

Home / Berita

Belum Registrasi Kartu Prabayar, Kemkominfo Akan Blokir Total Mulai 1 Mei 2018


JAKARTA – Pemblokiran seluruh layanan (blokir total) nomor kartu prabayar layanan seluler yang belum meregistrasi telah dilakukan mulai 16 April 2018. Per tanggal 1 Mei 2018 Kemkominfo akan mulai memblokir total nomor-nomor prabayar yang belum juga didaftarkan sampai dengan 30 April 2018.

"Adapun pemblokiran total meliputi panggilan dan SMS keluar, panggilan dan SMS masuk serta layanan data internet," demikian bunyi Siaran Pers Kemenkominfo yang dirilis Jumat (27/4).

Ketentuan mengenai pemblokiran tersebut diatur dalam Ketetapan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia Nomor 1 Tahun 2018 tentang Petunjuk Pelaksanaan Registrasi Kartu Prabayar Seluler.

Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Prof Ahmad M. Ramli menghimbau kepada seluruh operator seluler, agar wajib melakukan pemblokiran pada tangggal 1 Mei 2018.

“Operator telekomunikasi seluler wajib melakukan pemblokiran layanan pada 1 Mei 2018 bagi nomor prabayar yang belum registrasi ulang, kecuali layanan SMS Registrasi ke 4444 yang tepat terlayani sepanjang masa laku kartu belum berakhir” tegas Ramli.

Akan tetapi bagi pelanggan kartu prabayar yang terblokir total, tetap dapat melakukan registrasi melalui SMS ke nomor 4444, telepon ke call center penyedia layanan atau kanal registrasi lainnya yang disediakan seperti melalui menu USSD dan portal, selama masa aktif kartu prabayar belum habis.

"Dengan melakukan registrasi ulang maka layanan telekomunikasi dapat dipulihkan seperti semula," tambah Ramli.

Pemerintah juga menghimbau agar masyarakat yang belum registrasi untuk segera melakukan registrasi kartu prabayarnya dan agar setiap orang menggunakan NIK dan No KK (Nomor Kartu Keluarga) secara benar dan berhak.

Secara khusus Ramli meminta kepada perusahaan-perusahaan apapun untuk turut memberikan perlindungan dan kenyaman masyarakat dalam mendapatkan layanan telekomunikasi.

“Dalam rangka melindungi data pribadi dan menciptakan kenyamanan masyarakat, diimbau kepada perusahaan-perusahaan seperti perbankan, kartu kredit, asuransi, peritel, tv kabel dan perusahaan lainnya yang bersentuhan dengan nomor telepon pelanggan agar menghindari marketing berupa menghubungi calon pelanggan via telepon dan sms yang datanya diperoleh secara tanpa hak”, imbau Ramli. (Kemenkominfo/anc)

25 Like