| PASERKAB, 22-03-2009 00:00:00 WITA
Sebelum masa jabatan Ridwan Suwidi dan Hatta Garit berakhir, pasangan ini menginginkan 120 desa ditambah 5 kelurahan di Kabupaten Paser mendapatkan Puskesmas Pembantu (Pusban), yang lengkap dengan fasilitas pendukungnya.
Hal ini diungkapkan Wabup Hatta Garit pada acara Peningkatan Stratifikasi Posyandu Mandiri di Aula PKK Tanah Grogot, Kamis (19/3). "Saya dan Pak Bupati berencana setiap desa ada pusban, sekarang kita sudah punya pusban sekitar 50 unit. Oleh karenanya, sebelum selesai masa jabatan, kami berharap semua desa sudah punya pusban," kata Hatta.
Semua ini dilakukan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Bahkan lanjut Hatta, Pemkab telah dan akan mengirim putra putri Paser untuk menuntut ilmu kesehatan di luar daerah, pembangunan rumah sakit bernilai sekitar Rp 200 miliar pun dilakukan. Selain itu, Pemkab juga telah membenahi kota, yang tadinya kumuh sekarang sudah diperbaiki.
Dalam hal memberikan tunjangan kesejahteraan, tambah Hatta, juga sudah ditingkatkan, baik itu untuk aparatur pemerintahan, tenaga kesehatan sampai pada Ketua RT. "Kades yang tadinya Rp 1,2 juta ditingkatkan Rp 1,5 juta/bulan, bidan desa dikasih Rp 300.000/bulan, dokter Rp 2,5 juta, pejabat eselon II Rp 4,5 juta/bulan," urainya.
Sementara di bidang sosial, Pemkab tidak segan-segan menyalurkan bantuan. Karena semua dilakukan untuk kepentingan masyarakat, sehingga rezeki pun terus mengalir. Oleh karena itu, APBD Paser setiap tahun terus bertambah, dari Rp 1,1 triliun menjadi Rp 1,2 triliun, sekarang APBD 2009 meningkat menjadi Rp 1,3 triliun.
"Kalau kita memberi infaq dan sadaqah, rezeki akan lancar. Demikian pula dengan pemerintah, makanya masyarakat miskin kita santuni, masyarakat bekerja kita beri imbalan. Nah, nyatanya dari APBD yang cuma Rp 580 miliar, bupati lama, kita bisa tingkatkan menjadi Rp 1,1 triliun, terus meningkat dan sekarang Rp 1,3 triliun," bebernya.(tribunkaltim,20032009)
Dikirim oleh : (administrator)
|