 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 2 Kali |
|
|
 | Kampanye di Tanah Grogot Sepi |
| PASERKAB, 27-03-2009 00:00:00 WITA
semarak kampanye Pemilu 2009 di banyak daerah, sepertinya tidak terjadi di Tanah Grogot. Buktinya, hingga memasuki hari ke-10 masa kampanye, belum ada satupun partai politik (parpol) peserta Pemilu yang menggelar kampanye terbuka.
Kenyataan itu tentu saja mengundang keheranan sejumlah warga. Pasalnya, dibanding kecamatan lainnya, jumlah warga yang punya hak suara di Kota Tanah Grogot yang masuk dalam Daerah Pemilihan (Dapil) I bersama Kecamatan Pasir Belengkong, Batu Engau dan Tanjung Harapan, sebenarnya cukup besar.
"Saya tidak tahu persis berapa jumlah pemilih di Tanah Grogot. Tapi, yang pasti dibanding kecamatan lainnya, Tanah Grogot merupakan kecamatan yang paling padat penduduknya. Mestinya hal ini disadari para caleg. Bagaimana kita mau memilih mereka, kalau tidak pernah dengar komitmen atau visi dan misinya menjadi caleg," ungkap Budi Handoyo, warga Tanah Grogot.
Hal senada juga disampaikan Irhas, pedagang di Kandilo Plaza. Bahkan saat ditemui koran ini, Rabu (25/3) kemarin, pedagang barang elektronik ini secara terbuka mengaku tak mengrira saat ini sudah musim kampanye.
"Saya kira belum musim kampanye, soalnya di Grogot ini kan sepi-sepi saja. Beda dengan Pemilu lalu, kampanye di lapangan Garuda begitu semarak. Apalagi, kampanye pakai artis ibukota lagi," ungkap Irhas.
Keheranan juga disampaikan sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) atas sikap parpol yang ogah melaksanakan kampanye terbuka. Padahal, masih banyak warga yang tidak mengenal figur caleg.
"Ada juga sih caleg yang saya kenal, tapi kan tidak mesti dia yang saya pilih. Sebab, meski kenal tapi saya belum tahu program apa yang akan dilaksanakan jika kelak terpilih menjadi wakil rakyat. Karena itu, mestinya para caleg memanfaatkan masa kampanye untuk menjual programnya, agar masyarakat tertarik untuk memilihnya," ungkap Hadis, warga lainnya kepada koran ini.
Terhadap keheranan warga tersebut, sejumlah caleg saat dihubungi rata-rata mengaku memang tidak mengambil jatah kampanye akbar. Pertimbangannya, selain kampanye akbar memerlukan biaya yang cukup besar, juga dinilai tidak efektif lagi dalam menggaet massa pendukung.
"Dibanding menggelar kampanye akbar di lapangan terbuka yang tentunya perlu dana besar, sistem dari rumah ke rumah jauh lebih efektif. Karena itu, kalau saat ini tidak ada satupun parpol yang menggelar kampanye di lapangan Garuda, saya kira pertimbangannya karena tidak efektif tadi," ungkap Riza Heriannoor S Kom, caleg Partai Demokrat.(KaltimPost,26032009)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA : 11-02-2012 - | Badan Urusan Logistik (Bulog) menggunakan data PPLS dan BPS sebagai acuan menyalurkanRaskin (Beras Miskin) 2012. Sementara untuk teknis penyalurannya, bulog tetap menggunakan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Raskin Menumpuk di Gudang |
11-02-2012 - | Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus berbenah untuk bisa menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Kapolres Paser AKBP Ismahjuddin Sik, Msi di depan ratusan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Polri Harus Anti Kekerasan |
11-02-2012 - | Bagi warga Tana Paser yang ingin ikut Jalan Sehat Ceria (JSC) Kaltim Post, Minggu (19/2) nanti, sepertinya harus cepat-cepat jika tak ingin kehabisan tiket. Pasalnya,...',300)" onMouseOut="toolTip()">Aksi Borong Tiket Makin Gencar |
11-02-2012 - | PT Asuransi Kesehatan (Askes) baru-baru ini melaksanakan sosialisasi penyegaran kembali pelayanan kesehatan, antara lain pelayanan rawat jalan,rawat inap, dan rawat...',300)" onMouseOut="toolTip()">Askes Gelar Sosialisasi Pelayanan Kesehatan |
11-02-2012 - | Sungguh beruntung para kepala sekolah di Kecamatan Kuaro dan Batu Sopang. Mereka untuk keduakalinya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan manajemen sekolah yang digelar...',300)" onMouseOut="toolTip()">31 Kepsek Belajar Sistem Manajemen Sekolah |
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 6
|