| PASERKAB, 27-03-2009 00:00:00 WITA
Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-34 Kabupaten Paser, Rabu (25/3), sekitar pukul 21.00, resmi dibuka Bupati Ridwan Suwidi. Acara pembukaan ditandai dengan penekanan tombol, yang membuat seluruh lampu hias menerangi Arena Utama MTQ yang ada di tengah Danau Sendamai.
Sayangnya, Desa Muara Samu, Kecamatan Muara Samu, sempat diguyur hujan lebat, sehingga air danau sempat naik. Akibatnya, kejutan untuk para undangan MTQ tidak seperti yang diharapkan, lantaran semburan air mancur terhambat tekanan air danau, sehingga semburan air mancur hanya setinggi 10 centimeter di atas permukaan air danau.
Meski demikian, tuan rumah sukses memanfaatkan keindahan Danau Sendamai untuk kegiatan keagamaan, sekaligus memperkenalkannya kepada seluruh undangan. Apalagi tuan rumah ingin sekali mempercantik Danau Sendamai, untuk dijadikan objek wisata alam dan arena olahraga memancing, tanpa mengubah apa yang sudah ada.
Hal ini dikatakan Ketua Panitia Penyelenggara MTQ Paser H Arifin SSos MM, Rabu (25/3). "Yang ada kita pertahankan, meskipun ada yang kita lepas, paling kaligrafinya saja yang kita pindah ke tempat yang lebih sakral. Dipertahankan untuk kenang-kenangan, bahwa kita menjadi tuan rumah MTQ ke-34 Paser," kata Arifin.
Sebagai kecamatan termuda dari 10 kecamatan di Kabupaten Paser, baru pertama kali ini Kecamatan Muara Samu menjadi tuan rumah pagelaran akbar. Jadi wajar kalau Muara Samu berusaha semaksimal mungkin untuk mensukseskan acara ini, meskipun dengan alokasi APBD Paser yang lebih rendah Rp 200 juta dari MTQ sebelumnya, yakni Rp 700 juta.
Sebagai jawabannya, Muara Samu mampu menunjukkan yang terbaik, hal ini tentu saja akan menjadi beban bagi tuan rumah penyelenggara MTQ berikutnya. Artinya, kalau adik bungsunya saja mampu memberikan yang terbaik, tentu kakak-kakaknya harus lebih bagus lagi.
"Itu tergantung cara melihatnya, apakah ini dijadikan barometer pada pelaksanaan MTQ berikutnya? Yang jelas, kita ingin berbuat maksimal. Kita berpikir sederhana saja, kita punya acara, tidak ada yang kecewa. Sudah jauh-jauh datang, capek, masa kita memberikan pelayanan yang tidak maksimal kepada tamu kita," terangnya.
Ungkapan yang sama juga ia sampaikan untuk menanggapi terget tuan rumah di MTQ Ke-34. Berbeda dengan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) kemarin, dimana Muara Samu keluar sebagai juara umum. Maka untuk MTQ Ke-34 ini, tuan rumah lebih mengutamakan sukses penyelenggaran.
"Ada 281 peserta MTQ, setiap kecamatan rata-rata mengirim 30 peserta, kita sendiri punya 30 peserta. Untuk terget juara umum, kita memang berharap sekali, tetapi sukses penyelenggaran itu adalah terget kita yang utama," pungkasnya.(TribunKaltim,26032009)
Dikirim oleh : (administrator)
|