 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 2 Kali |
|
|
 | Memaksa Guru Menjual Buku di Kelas |
| PASERKAB, 03-04-2009 00:00:00 WITA
Dewan guru dan staf SDN 021 Tanah Grogot menuntut Kepala SDN 021 Tanah Grogot Baharuddin dipindah dari SDN 021 Tanah Grogot. Baharuddin dituntut pindah karena dinilai berbuat ulah, yang menyebabkan para guru merasa tidak nyaman dalam melaksanakan tugas.
Guru dan staf SDN 021 Tanah Grogot yang mempersoalkan Baharuddin adalah Supratman, Ilham, Ponidi, Achmad, Anisah dan Abidin Rais. Semula jumlahnya ada tujuh orang, tetapi satu di antaranya telah mencabut seluruh pernyataan yang ada dalam surat permohonan guru dan staf SDN 021 Tanah Grogot.
Enam orang guru dan staf SDN 021 Tanah Grogot menyebutkan empat alasan tuntutan mereka. Seperti, Kepala sekolah (Baharuddin-red) selalu bertindak semena-mena terhadap guru dan staf, Kepsek selalu memerintah guru untuk menjual buku di kelas.
Di dalam membuat Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS), para guru tidak pernah dilibatkan dalam rapat, sehingga Kepsek dinilai tidak transparan dalam menggunakan anggaran sekolah. Kepsek juga menjual barang-barang sekolah.
Tuntutan guru dan staf SDN 021 Tanah Grogot dituangkan dalam surat permohonan tertanggal 23 Maret 2009, dan telah dilayangkan kepada Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Paser, tembusan Bupati Paser, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Kadisdik Paser, dengan harapan Baharuddin secepatnya dimutasi atau diganti.
Ditemui Tribun di SDN 021 Tanah Grogot, Kamis (2/4), Supratman menunjuk Ponidi sebagai juru bicara mereka. Dia membantah sudah menghadap Wakil Bupati (Wabup) Hatta Garit terkait permasalahan ini. "Belum," ucap Ponidi pendek.
Namun giliran diminta untuk memberikan contoh tindakan semena-mena kepsek kepada guru- guru, Ponidi tanpa menunjuk seorang guru yang duduk di sebelah Tribun untuk menjelaskannya. "Ini sudah kesempakatan bersama," ucap guru yang mengenakan pakaian olahgara tersebut.
Ponidi menambahkan, bahwa empat alasan tersebut sudah mereka jelaskan kepada Kepala UPTD Disdik Paser. "Kemarin sudah dijelaskan dengan dinas, beliau sudah kesini, jadi biar tidak berulang-ulang temui saja Pak Syaiful Adri Kepala UPTD Disdik, Pengawas Sekolah Pak Jamal, juga sudah kesini," kata Ponidi.(TribunKaltim,02042009)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA : 11-02-2012 - | Badan Urusan Logistik (Bulog) menggunakan data PPLS dan BPS sebagai acuan menyalurkanRaskin (Beras Miskin) 2012. Sementara untuk teknis penyalurannya, bulog tetap menggunakan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Raskin Menumpuk di Gudang |
11-02-2012 - | Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus berbenah untuk bisa menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Kapolres Paser AKBP Ismahjuddin Sik, Msi di depan ratusan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Polri Harus Anti Kekerasan |
11-02-2012 - | Bagi warga Tana Paser yang ingin ikut Jalan Sehat Ceria (JSC) Kaltim Post, Minggu (19/2) nanti, sepertinya harus cepat-cepat jika tak ingin kehabisan tiket. Pasalnya,...',300)" onMouseOut="toolTip()">Aksi Borong Tiket Makin Gencar |
11-02-2012 - | PT Asuransi Kesehatan (Askes) baru-baru ini melaksanakan sosialisasi penyegaran kembali pelayanan kesehatan, antara lain pelayanan rawat jalan,rawat inap, dan rawat...',300)" onMouseOut="toolTip()">Askes Gelar Sosialisasi Pelayanan Kesehatan |
11-02-2012 - | Sungguh beruntung para kepala sekolah di Kecamatan Kuaro dan Batu Sopang. Mereka untuk keduakalinya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan manajemen sekolah yang digelar...',300)" onMouseOut="toolTip()">31 Kepsek Belajar Sistem Manajemen Sekolah |
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 9
|