Lomba Bernuansa Islamic akan Meriahkan Festival Maulid | |
|
PASERKAB, 03-04-2009 00:00:00 WITA Berkaitan dengan peringatan hari besar Islam Maulid Nabi Muhammad SAW, Dinas Pariwisata Seni Budaya, Pemuda dan Olahraga (Dispersenibudpora) Kabupaten Paser akan merayakannya dengan menggelar festival Maulid. Perayaan tersebut direncanakan digelar di Arena Promosi Putri Petung Tanah Grogot mulai 26 April hingga 2 Mei 2009 mendatang. "Sebenarnya kita mau menggelar Festival Maulid 1430 H ini sejak tanggal 9 Maret atau bertepatan dengan 12 Rabiulawal. Tetapi karena tanggal atau bulan itu bertepatan dengan pelaksanaan berbagai kegiatan Parpol berkaitan Pemilu 2009, maka Festival Maulid baru akan kita laksanakan mulai 26 April," jelas Kasubdin Kebudayaan Yunus Abidin. Festival Maulid 1430 H itu akan diisi dengan berbagai lomba seperti musik rebana, nasyid, pidato bahasa Arab, puisi Islami dan lomba-lomba lainnya. Menurut Yunus, kesepuluh kecamatan di Kabupaten Paser telah menyatakan kesiapannya mengikuti festival itu. Yunus menambahkan, sebelumnya festival maulid digelar bersamaan dengan festival muharram, mulai tahun 2009 ini direncanakan akan menjadi agenda tahunan terpisah. Sejumlah organisasi Islam dan instansi terkait digandeng Disparsenibudpora seperti Depag Paser, Lembaga Adat Paser (LAP), Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Paser dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Paser. Dikatakan Yunus, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan seremonial yang dilaksanakan rutin setiap tahun, tetapi harus dijadikan media untuk introspeksi diri. "Dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya bisa dijadikan momentum introspeksi diri sejauh mana umat mampu menjalankan sunnah Rasullah SAW. Umat harus mampu mengenal dan mengenang perjuangan Rasulullah dalam menegakkan panji-panji Islam," katanya. Ia menegaskan, perjuangan dan kepribadian Rasulullah SAW sangat penting untuk dikenang dan dijalankan karena penuh dengan suri teladan yang baik bagi menjalankan kehidupan ini. "Dengan mengenal kepribadian Nabi Muhammad SAW secara utuh adalah pintu utama untuk mendalami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam secara utuh," ujarnya.(KoranKaltim,03042009) Dikirim oleh : (administrator) |
BERITA LAINNYA :
| CARI ARSIP BERITA : |
