 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 2 Kali |
|
|
 | Waduk Kideco Tampung 3 Juta Kubik Air |
| PASERKAB, 04-04-2009 00:00:00 WITA
Waduk PT Kideco Jaya Agung (PT KJA) di Samurangau Kecamatan Batu Sopang seluas 100 hektare diperkirakan berisi 3 juta meter kubik air. Namun waduk itu tidak seperti situ (danau) Gintung di Tangerang yang semata-mata dibuat untuk menampung air. Waduk PT KJA statusnya sebagai pengalihan air sungai yang tadinya bermuara ke Sungai Samurangau, dialihkan ke Sungai Kandilo (Biu).
Hal ini disampaikan mantan manager PT Thiess Indonesia, yang kini menjadi anggota Komisi II DPRD HM Aksa Arsyad. PT Thiess merupakan kontraktor utama PT KJA 1993-2003. Posisinya selama belasan tahun di lokasi galian membuatnya tahu persis kondisi waduk PT KJA.
"Ketinggian air mencapai 10 meter dan jika ada kenaikan air (over flow), maka air tersebut akan keluar dan mengalir ke Sungai Kandilo. Bila dibandingkan, tanggul penahan seluas 1,2 kilometer persegi ini tentu berbeda dengan Situ Gintung yang hanya berukuran lebar 40 meter. Secara fisik situ Kideco ini cukup kuat," kata Aksa.
Oleh karena itu Aksa mengimbau masyarakat tidak perlu cemas terutama yang bermukim di desa Songka, Batu Kajang dan sekitarnya. "Jika kita beranda-andai, waduk yang berada di waste dump tiga ini juga jebol, maka air akan keluar ke lokasi bekas galian batu bara yang memiliki kapasitas 18 juta meter kubik. Jadi tidak akan meluap sampai di pemukiman penduduk," tandasnya.
Masih menurut Aksa, bahwa waduk PT KJA akan lebih baik jika dimanfaatkan oleh Pemkab untuk kebutuhan air bersih. "Sesuai dengan hasil laboratorium, air tersebut cukup layak untuk dikonsumsi karena bukan bekas air galian batu bara," katanya lagi.
Ditambahkan, banyak fungsi lain dari waduk itu, seperti bisa dimanfaatkan buat pemanas batu bara pembangkit listrik, keramba ikan dan sarana rekreasi. Masyarakat mestinya bisa merasakan manfaatnya, bukan malah dihantui oleh kekhawatiran.
"Harapan saya agar informasi ini bisa melegakan masyarakat sebagaimana yang disampaikan melalui kolom Kring Bupati beberapa hari terakhir ini. Saya juga berharap Pemkab Paser bersama dengan manajemen PT KJA dapat memberikan pemahaman lebih jauh lagi kepada masyarakat. Apalagi terkait masalah teknis yang tidak bisa dikalkulasi hanya melalui pandangan secara kasat mata," tutupnya.(KaltimPost,03042009)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA : 11-02-2012 - | Badan Urusan Logistik (Bulog) menggunakan data PPLS dan BPS sebagai acuan menyalurkanRaskin (Beras Miskin) 2012. Sementara untuk teknis penyalurannya, bulog tetap menggunakan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Raskin Menumpuk di Gudang |
11-02-2012 - | Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus berbenah untuk bisa menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Kapolres Paser AKBP Ismahjuddin Sik, Msi di depan ratusan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Polri Harus Anti Kekerasan |
11-02-2012 - | Bagi warga Tana Paser yang ingin ikut Jalan Sehat Ceria (JSC) Kaltim Post, Minggu (19/2) nanti, sepertinya harus cepat-cepat jika tak ingin kehabisan tiket. Pasalnya,...',300)" onMouseOut="toolTip()">Aksi Borong Tiket Makin Gencar |
11-02-2012 - | PT Asuransi Kesehatan (Askes) baru-baru ini melaksanakan sosialisasi penyegaran kembali pelayanan kesehatan, antara lain pelayanan rawat jalan,rawat inap, dan rawat...',300)" onMouseOut="toolTip()">Askes Gelar Sosialisasi Pelayanan Kesehatan |
11-02-2012 - | Sungguh beruntung para kepala sekolah di Kecamatan Kuaro dan Batu Sopang. Mereka untuk keduakalinya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan manajemen sekolah yang digelar...',300)" onMouseOut="toolTip()">31 Kepsek Belajar Sistem Manajemen Sekolah |
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 5
|