 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 2 Kali |
|
|
 | Tanah Galian PT KJA Dijamin Tak Jebol |
| PASERKAB, 04-04-2009 00:00:00 WITA
Terkait kekhawatiran masyarakat di sekitar galian tambang batu bara PT Kideco Jaya Agung yang disampaikan kepada media ini melalui kolom Kring Pak Bupati, Pemkab melalui Kepala Bidang Pengawasan Pertambangan dan Energi pada Dinas Pertambangan dan Kehutanan Paser, Adi Maulana SSos MSi mengatakan, topografi di sekeliling tambang yang lebih tinggi akan mencegah terjadinya air bah.
Masyarakat boleh saja khawatir, namun tidak usah membayangkan kejadian seperti di Situ Gintung, Tangerang yang dindingnya jebol dan menimbulkan air bah. Letak situ (bahasa Sunda, berarti waduk atau telaga) Gintung yang berada lebih tinggi dari pemukiman sekitar berbeda dengan galian tambang PT KJA, yang bahkan dasarnya lebih rendah dari Sungai Samurangau.
Adi Maulana yang didampingi Kasi Pengendalian Dampak dan Konservasi Pasca Tambang Muhammad Nyl ST MT dan Kasi Pengawasan dan Keselamatan Kerja Joko Sulistyo menegaskan, itu hanyalah bekas galian dan bukan waduk. "Kita harus melihat dulu definisi waduk itu seperti apa. Waduk itu untuk pengairan, sementara ini hanyalah bekas galian tambang," katanya.
Lebih jauh Nyl menjelaskan bahwa kalaupun peruntukan galian itu untuk waduk, maka harus ada kajian-kajian teknis yang melibatkan semua pihak terkait, seperti instansi pemerintah dan manajemen PT KJA.
"Satu hal yang perlu diketahui bahwa air yang ada di bekas galian itu selalu dipompa keluar menuju enam buah settling ponds sebelum dialirkan ke sungai. Kalau demikian jangankan jebol, air saja tidak akan pernah penuh," terang Muhammad Nyl.
Walaupun demikian, Adi tetap mengharapkan adanya inisiatif dari manajemen PT KJA untuk turun ke masyarakat memberikan penjelasan supaya tidak ada kesimpang siuran informasi dan salah persepsi. Adi juga sudah bertemu dengan manajemen PT Indika Energi tbk yang merupakan pemegang saham mayoritas PT KJA. Hasilnya, manajemen PT Indika terbuka terhadap semua persoalan yang menyangkut masyarakat banyak.
"Kami juga akan turun ke lapangan untuk meninjau lokasi dalam waktu dekat. Namun demikian, kalau Pemkab bisa memfasilitasi pertemuan dengan semua instansi terkait untuk bersama-sama melihat kondisi riil, maka kami akan sangat bersyukur,"ujar Adi.(KaltimPost,03042009)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA : 11-02-2012 - | Badan Urusan Logistik (Bulog) menggunakan data PPLS dan BPS sebagai acuan menyalurkanRaskin (Beras Miskin) 2012. Sementara untuk teknis penyalurannya, bulog tetap menggunakan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Raskin Menumpuk di Gudang |
11-02-2012 - | Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus berbenah untuk bisa menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Kapolres Paser AKBP Ismahjuddin Sik, Msi di depan ratusan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Polri Harus Anti Kekerasan |
11-02-2012 - | Bagi warga Tana Paser yang ingin ikut Jalan Sehat Ceria (JSC) Kaltim Post, Minggu (19/2) nanti, sepertinya harus cepat-cepat jika tak ingin kehabisan tiket. Pasalnya,...',300)" onMouseOut="toolTip()">Aksi Borong Tiket Makin Gencar |
11-02-2012 - | PT Asuransi Kesehatan (Askes) baru-baru ini melaksanakan sosialisasi penyegaran kembali pelayanan kesehatan, antara lain pelayanan rawat jalan,rawat inap, dan rawat...',300)" onMouseOut="toolTip()">Askes Gelar Sosialisasi Pelayanan Kesehatan |
11-02-2012 - | Sungguh beruntung para kepala sekolah di Kecamatan Kuaro dan Batu Sopang. Mereka untuk keduakalinya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan manajemen sekolah yang digelar...',300)" onMouseOut="toolTip()">31 Kepsek Belajar Sistem Manajemen Sekolah |
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 7
|