 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 2 Kali |
|
|
 | Padukan Pengetahuan Agama dan Umum |
| PASERKAB, 07-04-2009 00:00:00 WITA
Rencana pembangunan Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) di Tanah Grogot, Kabupaten Paser kian mendekati kenyataan. Proyek yang didanai APBN itu telah dilakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam Depag RI Prof Dr Muhammad Ali MA dengan Bupati Paser HM Ridwan Suwidi di Jakarta, belum lama ini.
Rencananya setelah diumumkan 10 kabupaten/kota yang ditetapkan mendapat proyek pembangunan MBI 15 April nanti, akan dilanjutkan peluncuran oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada peringatan Hari Pendidikan Nasional Mei 2009. Artinya, proses pembangunan MBI segera dimulai.
Terkait kesiapan lokasi MBI, Pemkab Paser telah menyiapkan lahan seluas 20 hektare di kilometer 8, Desa Sempulang, Kecamatan Tanah Grogot. Tepatnya di jalan negara lintas Tanah Grogot-Kuaro. Bupati Paser HM Ridwan Suwidi, Jumat (3/4) secara khusus meninjau lokasi tersebut.
Saat berkunjung, Bupati didampingi Kabag Tata Praja Setkab Paser yang juga tim pembebasan lahan Hulaimi SSos serta Kabid Kesra Bappeda Paser H Ambo Lala Ssos. Selain mengamati batas lokasi, bupati juga memberikan arahan terhadap rencana desain madrasah itu, khususnya menyangkut pembangunan jalan masuk dan pembangunan danau yang akan melengkapi deretan fasilitas pendidikan megah itu nantinya.
Saat itu juga hadir Kades Sempulang dan sejumlah tokoh masyarakat setempat. "Persawahan ini nanti akan dijadikan danau buatan dengan jalan lingkar kiri dan kanan," kata bupati.
Selain itu, Bupati juga berharap dukungan seluruh warga di sekitar lokasi, sehingga pembangunan madrasah ini tak mengalami kendala. "Yang merasakan keberadaan madrasah nanti, secara tidak langsung adalah warga sekitar. Ini akan menjadi kebanggaan kita semua," tambah bupati.
Sementara itu, Kades Sempulang Damis kepada Bupati mengatakan, status lahan seluas 20 hektare ini tak ada masalah. "Pembebasan lahan sudah dil, saat ini tinggal penghitungan ganti rugi tanam tumbuh kepada pemilik lahan yang telah dibebaskan," jelas mantan anggota DPRD Paser ini.
Dari pantauan koran ini, di sekitar lokasi tampak terpasang plang dengan tulisan lokasi pembangunan madrasah itu, juga nampak mulai dilakukan pembersihan lahan. "Saat ini pengurusan sertifikat sudah dilakukan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Paser. Selanjutnya akan diserahkan ke Jakarta sesuai batas waktu yang ditetapkan Dirjen Pendidikan Islam Depag RI. "Yakni, sebelum tanggal 15 April," kata Ambo Lala.(KaltimPost,06042009)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA : 11-02-2012 - | Badan Urusan Logistik (Bulog) menggunakan data PPLS dan BPS sebagai acuan menyalurkanRaskin (Beras Miskin) 2012. Sementara untuk teknis penyalurannya, bulog tetap menggunakan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Raskin Menumpuk di Gudang |
11-02-2012 - | Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus berbenah untuk bisa menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Kapolres Paser AKBP Ismahjuddin Sik, Msi di depan ratusan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Polri Harus Anti Kekerasan |
11-02-2012 - | Bagi warga Tana Paser yang ingin ikut Jalan Sehat Ceria (JSC) Kaltim Post, Minggu (19/2) nanti, sepertinya harus cepat-cepat jika tak ingin kehabisan tiket. Pasalnya,...',300)" onMouseOut="toolTip()">Aksi Borong Tiket Makin Gencar |
11-02-2012 - | PT Asuransi Kesehatan (Askes) baru-baru ini melaksanakan sosialisasi penyegaran kembali pelayanan kesehatan, antara lain pelayanan rawat jalan,rawat inap, dan rawat...',300)" onMouseOut="toolTip()">Askes Gelar Sosialisasi Pelayanan Kesehatan |
11-02-2012 - | Sungguh beruntung para kepala sekolah di Kecamatan Kuaro dan Batu Sopang. Mereka untuk keduakalinya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan manajemen sekolah yang digelar...',300)" onMouseOut="toolTip()">31 Kepsek Belajar Sistem Manajemen Sekolah |
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 6
|