Caleg Stress Belum Terdeteksi | |
|
PASERKAB, 20-04-2009 00:00:00 WITA Hasil resmi Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April, terutama soal perolehan suara caleg memang belum ada. Namun meski sebagian besar caleg dipastikan tak lolos ke kursi DPRD, adanya caleg yang stres apalagi bunuh diri akibat perolehan suaranya jeblok, belum terdeteksi. Itu dibenarkan Direktur RSUD Panglima Sebaya Tanah Grogot dr I Dewa Made Suantara. "Patut disyukuri, mental caleg dalam menghadapi perolehan suara cukup kuat, sehingga belum ada laporan caleg perlu dibantu mengasi masalah kejiwaannya," tandas Dewa. RSUD memang telah bersiap menangani caleg bakal terkena stres gara-gara tidak terpilih. Mengingat dari 502 caleg, hanya 25 orang yang akan meraih kursi di DPRD Paser. Dari 477 orang yang tidak terpilih, ditakutkan ada saja yang terkena depresi atau gangguan jiwa. "Di Paser belum ada dokter spesialis jiwa atau psikiater. Tapi kalau kekhawatiran kita terbukti, maka rekan-rekan dokter di aerah ini bisa melakukan pertolongan pertama untuk menolong kalau ada caleg yang stres," kata Dewa. Ia menyebutkan, gejala penyakit stres akan kelihatan jelas. Seperti susah tidur, susah makan serta cepat marah. "Kalau ada gejala seperti itu, kami anjurkan supaya cepat-cepat konsultasi ke dokter sebelum bertambah parah, seperti kejadian di daerah lain. Kita tetap berdoa semoga di Paser tidak ada yang demikian," kata Dewa. Contoh caleg stress adalah Sri Hayati, caleg DPRD Banjar, Jabar. Ia ditemukan tewas gantung diri di gubuk di Desa Bojongkondang, Ciamis Jawa Barat, Selasa (14/4) pagi. Sri yang caleg Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu bunuh diri lantaran perolehan suaranya sangat minim.(KaltimPost,18042009) Dikirim oleh : (administrator) |
BERITA LAINNYA :
| CARI ARSIP BERITA : |
