| PASERKAB, 21-04-2009 00:00:00 WITA
Sama seperti tahun lalu, siswa SMA Negeri 1 Tanah Grogot, Senin (20/4), mengikuti Ujian Nasional (UN). Sama seperti tahun lalu pula, gedung SMA Negeri 1 Tanah Grogot, belum ada perubahan berarti. Atapnya banyak yang bocor, plafonnya banyak yang bolong.
Gambaran menyedihkan terhadap sekolah favorit di Paser ini sudah muncul di permukaan saat pelaksanaan UN tahun 2008. Pemkab Paser terpukul, sampai-sampai Bupati HM Ridwan Suwidi berkunjung ke sekolah dan berjanji akan ada renovasi gedung SMA Negeri 1 Tanah Grogot tahun depan.
Sayangnya, harapan Ridwan belum terwujud, sebab gedung SMA Negeri 1 Tanah Grogot sampai sekarang belum juga direnovasi. Ketika hal ini ditanya, Kepala SMA Negeri 1 Tanah Grogot H Syahrul Bakhrie SSos, ia secara tidak langsung membenarkan kondisi itu.
"Tahun lalu Anda (Tribun-red) ke sini kan, menurut Anda ada perubahan atau tidak? Itu sudah Anda jawab sendiri," kata Syahrul, Senin (20/4).
Meski demikian, Syahrul masih menaruh harapan sekolahnya akan segera diperbaiki karena renovasi sekolah dijanjikan pada tahun anggaran 2009. "Masih ada delapan bulan lagi, masih ada waktu, mudah-mudahan terealisasi. Benar, persiapan menuju sekolah berstandar nasional dan standar internasional," ungkapnya.
Untuk standar nasional sudah diusulkan, tim Jakarta sudah melakukan verifikasi. Sebagai konsekuensinya, lanjut Syarul, perlu dukungan Pemkab untuk melengkapi sarana dan prasarana sekolah. Jika itu sudah tercapai, baru ditingkatkan ke standar internasional. "Semakin tinggi standarnya, semakin lengkap fasilitas sekolahnya," terangnya.
Terkait pelaksanaan UN, semua siswa kelas III SMA Negeri 1 ikut ujian, meskipun sejak pukul 04.30 sampai pukul 09.30, kota Tanah Grogot diguyur hujan lebat. "Tidak ada yang tidak ikut, semuanya ada 222 siswa, kan ada mantel atau payung. Kita sendiri hujan-hujanan saat mengambil soal ujian di Polres, tidak ada masalah, semua lancar," tambahnya.(tribunKaltim,20042009)
Dikirim oleh : (administrator)
|