| PASERKAB, 01-02-2008 00:00:00 WITA
Wakil Bupati (Wabup) Paser Hatta Garit menegaskan, saat ini, Pemerintah Kabupaten Paser sedang berupaya meningkatkan kinerja aparatur dan mengembalikan makna pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat. Mengingat, di era reformasi ini, dituntut transparansi pelayanan maksimal oleh aparatur negara.
"Kenyataannya, selama ini, banyak laporan warga kepada saya terkait tidak profesionalnya sejumlah pegawai di unit kerja. Sementara kita sangat berharap, aparatur punya komitmen sebagai abdi masyarakat," tegas Wabup Hatta Garit.
Menurut Hatta, di tengah krisis perubahan perilaku sosial sumber daya manusia, menjadi penentu keberhasilan pembangunan daerah. Tentunya, tidak bisa dilepaskan pentingnya peran pembinaan.
Wabup mencontohkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Paser. Menurutnya, perawat dan dokter diharuskan mampu memberi pelayanan prima ke pada pasiennya. Faktanya, di lapangan masih banyak perawat, staf, maupun dokter puskesmas atau di RSU Panglima Sebaya melayani pasiennya dengan muka cemberut.
"Inilah yang akan kita coba benahi, sehingga pelayanan prima seperti yang dilakukan di dunia perbankan juga dapat diterapkan dalam dunia kerja di lingkungan Pemkab Paser," katanya.
Menurutnya, kepemimpinan dalam budaya kerja berarti kesadaran diri sebagai seorang pemimpin yang ditunjukkan melalui kinerja. Agar bisa menjadi teladan, seorang pegawai harus mampu memotivasi orang lain, terutama bawahan, agar bergerak mencapai sasaran yang lebih tinggi. Berdasarkan nilai-nilai moral, antara lain integritas, komitmen, istikamah, konsisten, profesional, dan kemampuan komunikasi.
"Salah satu keberhasilan seorang pemimpin, menurut beberapa pakar, ia mampu menciptakan kader-kader pemimpin baru yang kelak akan meneruskan kepemimpinannya. Ciri-ciri-nya, beramal saleh, tegas, amanah, jujur, cerdas, berperilaku baik, serta banyak lagi ciri lainnya," katanya.(kaltimpost 31012008)
Dikirim oleh : (administrator)
|