 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 2 Kali |
|
|
 | Bupati Akui yang Diberikan Belum Sebanding |
| PASERKAB, 24-04-2009 00:00:00 WITA
Hal ini ditegaskan Ridwan saat meresmikan Gedung Perempuan Berjaya, dirangkaikan peringatan Hari Kartini ke-103 yang dihadiri ratusan anggota organisasi kewanitaan, Selasa (21/4).
"Tanpa dukungan seluruh masyarakat, termasuk ibu-ibu dalam GOW, pembangunan yang kita wujudkan selama ini tidak akan pernah tercapai. Bahkan, dalam hati saya ini masih terlontar apa yang diberikan kepada perempuan ini tidak sebanding dengan yang mereka lakukan dalam pembangunan," kata bupati.
Selain itu, diharapkan bupati dalam sambutan tertulisnya, apa yang telah dirintis oleh GOW Paser selama ini menjadi momentum kebangkitan perempuan-perempuan berkualitas di Bumi Daya Taka. Selain itu, menjadi pemacu dan pemicu semangat remaja putri dan ibu-ibu untuk mampu mengangkat citra keluarga dan masyarakat menjadi lebih bermartabat.
"GOW sebagai mitra pemerintah tidak saja sekedar kumpulan perempuan yang ingin keluar dari domain kenyamanannya. Lebih dari itu, ada keinginan yang kuat untuk ikut berpartisipasi dalam membentuk pemerintahan dan pembangunan yang lebih objektif dan tepat sasaran," tandas Ridwani.
Sehubungan dengan Hari Kartini ke-130, bupati mengajak semua untuk kembali mengingat jejak-jejak perjuangan dalam membebaskan kaum perempuan dari keterbelakangan. "Kalau kita amati, masyarakat kita beberapa dekade lalu selalu memperingati Hari Kartini dengan segala kegiatan yang bervariasi.
Namun beberapa tahun terakhir pemandangan seperti itu sudah mulai jarang terlihat,"katanya.
Ironisnya menurut bupati, Kartini yang terkenal dengan bukunya "Habis Gelap Terbitlah Terang" juga sudah mulai pudar, dan yang lebih memprihatinkan, Kartini cenderung disebut-sebut sebagai tokoh mitos. Ini sudah tentu mengurangi kebesaran Kartini itu sendiri.
"Fenomena ini didukung oleh fakta bahwa semakin kurang pengetahuan kita tentang Kartini, maka semakin kuat posisinya sebagai tokoh mitos. Reduksi sosok dan ide-ide Kartini seperti ini menyebabkan Kartini dikenal dan disajikan sebagai suri tauladan resmi bukan karena apa yang dikatakannya, melainkan karena apa yang dikatakan orang mengenai dirinya. Karena itu sudah merupakan tugas kita bersama untuk sama-sama membangkitkan kembali semangat perjuangan yang telah dirintis oleh Ibu Kita Kartini lebih dari satu abad yang lalu,"paparnya.(KaltimPost,24042009)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA : 11-02-2012 - | Badan Urusan Logistik (Bulog) menggunakan data PPLS dan BPS sebagai acuan menyalurkanRaskin (Beras Miskin) 2012. Sementara untuk teknis penyalurannya, bulog tetap menggunakan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Raskin Menumpuk di Gudang |
11-02-2012 - | Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus berbenah untuk bisa menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Kapolres Paser AKBP Ismahjuddin Sik, Msi di depan ratusan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Polri Harus Anti Kekerasan |
11-02-2012 - | Bagi warga Tana Paser yang ingin ikut Jalan Sehat Ceria (JSC) Kaltim Post, Minggu (19/2) nanti, sepertinya harus cepat-cepat jika tak ingin kehabisan tiket. Pasalnya,...',300)" onMouseOut="toolTip()">Aksi Borong Tiket Makin Gencar |
11-02-2012 - | PT Asuransi Kesehatan (Askes) baru-baru ini melaksanakan sosialisasi penyegaran kembali pelayanan kesehatan, antara lain pelayanan rawat jalan,rawat inap, dan rawat...',300)" onMouseOut="toolTip()">Askes Gelar Sosialisasi Pelayanan Kesehatan |
11-02-2012 - | Sungguh beruntung para kepala sekolah di Kecamatan Kuaro dan Batu Sopang. Mereka untuk keduakalinya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan manajemen sekolah yang digelar...',300)" onMouseOut="toolTip()">31 Kepsek Belajar Sistem Manajemen Sekolah |
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 6
|