 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 2 Kali |
|
|
 | Hatta Garit: Peringantan Maulid Nabi Media untuk Introspeksi Diri |
| PASERKAB, 30-04-2009 00:00:00 WITA
Berkaitan dengan peringatan hari besar Islam maulid Nabi Muhammad SAW, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Paser merayakannya dengan menggelar festival maulid. Perayaan tersebut digelar di Arena Seni dan Promosi Putri Petung Tanah Grogot mulai 27 April hingga 2 Mei 2009.
"Sebenarnya kita mau menggelar Festival Maulid 1430 H ini sejak tanggal 9 Maret atau bertepatan dengan 12 Rabiulawal. Tetapi karena tanggal atau bulan itu bertepatan dengan pelaksanaan berbagai kegiatan Parpol berkaitan Pemilu 2009, maka Festival Maulid baru bisa dilaksanakan mulai hari ini (27/4)," jelas Kasubdin Kebudayaan Yunus Abidin.
Festival Maulid 1430 H itu diisi dengan berbagai lomba seperti musik rebana, nasyid, pidato bahasa Arab, puisi Islami dan lomba-lomba lainnya. Menurut Yunus, festival itu diikuti sepuluh kecamatan se-Kabupaten Paser.
Yunus menambahkan, sebelumnya festival maulid digelar bersamaan dengan festival muharram, mulai tahun 2009 ini direncanakan akan menjadi agenda tahunan terpisah.
Sejumlah organisasi Islam dan dinas instansi terkait digandeng Disbudparpora guna menyukseskan pelaksanaannya. Diantaranya, Depag Paser, Lembaga Adat Paser (LAP), Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Paser dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Paser.
Festival Maulid itu secara resmi dibuka Wakil Bupati Paser HM Hatta Garit dengan ditandai pemukulan gong. Dalam sambutannya, Hatta Garit mengatakan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan seremonial yang dilaksanakan rutin setiap tahun, tetapi harus dijadikan media untuk introspeksi diri.
"Dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya bisa dijadikan momentum introspeksi diri sejauh mana umat mampu menjalankan sunnah Rasullah SAW. Umat harus mampu mengenal dan mengenang perjuangan Rasulullah dalam menegakkan panji-panji Islam," katanya.
Ditegaskannya, perjuangan dan kepribadian Rasulullah SAW sangat penting untuk dikenang dan dijalankan karena penuh dengan suri teladan yang baik bagi menjalankan kehidupan ini. "Dengan mengenal kepribadian Nabi Muhammad SAW secara utuh adalah pintu utama untuk mendalami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam secara utuh," ujarnya.(KoranKaltim,28042009)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA : 11-02-2012 - | Badan Urusan Logistik (Bulog) menggunakan data PPLS dan BPS sebagai acuan menyalurkanRaskin (Beras Miskin) 2012. Sementara untuk teknis penyalurannya, bulog tetap menggunakan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Raskin Menumpuk di Gudang |
11-02-2012 - | Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus berbenah untuk bisa menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Kapolres Paser AKBP Ismahjuddin Sik, Msi di depan ratusan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Polri Harus Anti Kekerasan |
11-02-2012 - | Bagi warga Tana Paser yang ingin ikut Jalan Sehat Ceria (JSC) Kaltim Post, Minggu (19/2) nanti, sepertinya harus cepat-cepat jika tak ingin kehabisan tiket. Pasalnya,...',300)" onMouseOut="toolTip()">Aksi Borong Tiket Makin Gencar |
11-02-2012 - | PT Asuransi Kesehatan (Askes) baru-baru ini melaksanakan sosialisasi penyegaran kembali pelayanan kesehatan, antara lain pelayanan rawat jalan,rawat inap, dan rawat...',300)" onMouseOut="toolTip()">Askes Gelar Sosialisasi Pelayanan Kesehatan |
11-02-2012 - | Sungguh beruntung para kepala sekolah di Kecamatan Kuaro dan Batu Sopang. Mereka untuk keduakalinya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan manajemen sekolah yang digelar...',300)" onMouseOut="toolTip()">31 Kepsek Belajar Sistem Manajemen Sekolah |
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 7
|