| PASERKAB, 30-04-2009 00:00:00 WITA
SEMENTARA itu, harapan Paser untuk memiliki satu Sekolah Berstandar Internasional (SBI), yaitu SMP Negeri 1 Tanah Grogot nampaknya bakal sulit terealisasi dalam waktu dekat. Hal ini terlihat dari bangunan gedung yang dimiliki oleh Sekolah Berstandar Nasional (SBN) itu tidak memenuhi syarat.
Sekolah yang memiliki 520 siswa itu hanya punya 9 ruang kelas. Delapan di antaranya difungsikan sebagai ruang kelas, sementara satu ruang dijadikan sebagai multimedia moving class.
"Dengan jumlah siswa 40 orang di setiap ruang, diperlukan minimal 13 ruang lokal. Sementara kami hanya punya 8. Itu berarti kami masih perlu tambahan ruang untuk 200 siswa yang tidak punya kelas," kata Kepala SMP Negeri 1 Syamsu Asikin, di ruang kerjanya, Senin (27/4).
"Untuk mengatasi hal ini, saya mengambil kebijakan untuk masuk siang bagi kelas VII yang berjumlah enam kelas atau 240 siswa. Ini sudah menyalahi aturan, karena salah satu syarat untuk menjadi SBI adalah tidak ada sekolah siang, lanjutnya.
Kondisi akan lebih parah pada saat UN tahun 2011. Dengan jumlah setiap kelas hanya diisi 20 siswa pada saat UN, maka dipastikan ruang yang ada saat ini tidak akan cukup untuk ujian. "Ada 80 siswa yang tidak terakomodir. Kalau itu terjadi, maka saya terpaksa membangun tenda untuk UN," kata Syamsu.
Syamsu mengaku dia dan komite sekolah sudah meminta dukungan dan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten mengenai masalah daya tampung yang dihadapi sekolahnya. "Selama ini ada rencana untuk merelokasi sekolah ini. Ada beberapa tempat yang sempat hangat dibicarakan, seperti di Jalan Sultan Hasanuddin, Kilometer 4 dan Senaken. Tidak satu pun yang jadi. Saya tidak tahu mengapa, tiba-tiba saja berhenti," katanya setengah bertanya.
Dia menambahkan, kalau memang gedung SMPN 1 tetap di tempatnya sekarang, maka pembangunan untuk menambah lokal adalah gedung bertingkat. "Kalau masalah peralatan, kami punya lengkap. Seperti lab bahasa yang langsung dipesan dari pusat," imbuhnya.
Berbicara masalah nilai, SMPN 1 sudah sangat memenuhi syarat. Tiap tahun SMPN selalu meluluskan siswa-siswinya dengan nilai rata-rata di atas 7.00, yaitu 7,20 pada tahun 2007 dan 7,40 pada tahun 2008.(KaltimPost,29042009)
Dikirim oleh : (administrator)
|