| PASERKAB, 06-05-2009 00:00:00 WITA
PSIKOLOG Puji Widyastanti SPsi atau Tanti mengingatkan para ibu untuk tidak terlena dengan perilaku anak yang pendiam dan menganggapnya sebagai hal yang positif. Perilaku anak yang pendiam menurut Tanti justru harus dikonsultasikan, karena setelah dewasa nantinya mereka akan lambat untuk tanggap terhada sesuatu.
"Terkadang ada ibu yang memiliki anak yang pendiam, lalu dia bilang, aduh manisnya anak saya, diam aja. Memang sisi positifnya ada, yaitu tidak merepotkan. Namun sisi negatifnya juga ada yang terletak pada perkembangan anak ke depan," kata Tanti pada saat menjadi pembicara pada seminar sehari Hardiknas di gedung Awa Mangkuruku, Minggu (3/5).
Sebaliknya, kata Tanti, orang tua juga harus hati-hati anak yang hiperaktif. "Anak yang hiperaktif memiliki ciri-ciri tidak bisa bertahan dalam satu kegiatan yang sama dalam waktu yang lama," katanya.
"Ini berbeda dengan perilaku anak aktif dan kreatif. Kalau yang ini punya tujuan, sedangkan hiperaktif, terkadang aktif tapi tidak ada tujuan apa-apa selain hanya untuk menyenangkan hatinya semata. Keduanya termasuk karakteristik anak yang banyak bergerak dan tidak mau diam,"lanjutnya.
Tanti menghimbau para orang tua untuk mengenali karakteristik anak agar bisa mengambil langkah tepat dalam membesarkan dan mendidik mereka ke arah yang lebih baik. Di antaranya, sangat sering meniru, suka menentang, belum dapat membedakan antara yang benar dan salah, banyak bertanya, dan memiliki ingatan yang tajam dan otomatis.
Selanjutnya, ada anak yang menyukai dorongan semangat, suka bermain dan gembira, suka bersaing, berfikir khayal dan senang mendapatkan keterampilan. "Apapun karakteristiknya, anak-anak punya keinginan yang sama, yaitu mau diterima, diarahkan dan dididik," ujarnya.(KaltimPost,05052009)
Dikirim oleh : (administrator)
|