 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 2 Kali |
|
|
 | Pusat Janji Lanjutan Pembangunan BLK |
| PASERKAB, 08-05-2009 00:00:00 WITA
Proyek Balai Latihan Kerja (BLK) di Paser yang pembangunannya terbengkalai di kilometer 5 Jl Kusuma Bangsa Tanah Grogot, bakal dilanjutkan. Tak hanya tahun ini, melalui Ditjen Pembinaan, Pelatihan dan Produktivitas Depnakertrans, pembangunannya akan dilanjutkan hingga 2010. Informasi ini diperoleh dalam pertemuan antara pejabat Ditjen di gedung Depnakertrans Jl Jenderal Gatot Subroto Jakarta Selatan, Senin (4/5) bersama Bupati Paser HM Ridwan Suwidi dan Ketua DPRD Paser HM Mardikansyah SH MAP.
Sekretaris Ditjen Masri Hanyar mengatakan, Pemkab Paser hendaknya segera melakukan pengajuan proposal sarana dan prasara maupun jurusan yang akan dibuka, termasuk kesiapan istruktur pembangunan BLK. "Proposal yang kita harapkan hanya sebagai gambaran, namun tetap akan kita lakukan peninjauan kelapangan dalam segera ini. Salah satunya menyangkut tanah harus benar-benar jelas. Selama ini banyak daerah yang mengajukan pembangunan BLK, tetapi setelah dibangun, ternyata tanahnya sengketa. Kita tidak mau itu terjadi lagi," katanya.
Diakui Masri yang dalam pertemuan itu didampingi Sekretaris Jenderal Mulyanto, Direktur Bina Intala Abdul Wahab Pangkona, Direktur Sarana Kunjung Masehat, Direktur Stankom Proglat Djoko Mulyanto, Direktur Magang Bagus Maryanto serta Direktur Praktek Yunani, kunjungan Pemkab dan DPRD Paser merupakan satu langkah maju. Ia berharap kunjungan seperti ini juga dapat dilakukan ke departemen lain, di antaranya Departemen PU maupun Bappenas.
"Kedatangang pak bupati dan ketua dewan ini merupakan bukti bahwa Paser punya keseriusan kemauan yang tinggi membangun BLK untuk memajukan sumber daya manusia di daerah. Karena itulah pusat siap membantu secara bertahap setiap tahun atau yang akan dimulai 2010," katanya.
Masri tak hanya berjanji soal dana pembangunan infrastruk BLK beserta peralatannya, tetapi juga berjanji mengupayakan pengiriman instruktur serta bantuan dana subsidi. "Melalui provinsi juga bisa dilakukan upaya dukungan dana. Pembangunan BLK diperlukan dana yang besar, karena itulah selain daerah dan pusat, provinsi juga perlu diminta dukungannya. Harapan saya, BLK di Paser nanti benar-benar berfungsi sesuai harapan pemerintah daerah. Karena selama ini banyak BLK di daerah yang tidak ada kegiatan dengan berbagai alasan," tandasnya.
Menurut Bupati Ridwan Suwidi, keinginan mendirikan BLK sudah dicita-citakan sejak lama seiring dengan besarnya sumber daya alam Paser yang perlu diolah. Baik sektor tambang, pertanian maupun perkebunan dan lainnya. Namun selama ini yang mengelola dan mengolahnya didominasi tenaga dari luar akibat SDM lokal tertinggal. Ini menjadikan rakyat Paser hanya sebagai penonton.
"Tanah pembangunan BLK sudah tersedia 5 hektare, pembangunan gedung telah kita lakukan sejak 2008 dan lanjutannya 2009 ini. Karena terbatasnya anggaran daerah, kita sangat berharap ada bantuan dari pemerintah pusat. Apalagi royalti hasil alam yang diterima daerah sangat kecil dibanding SDA yang diambil dari tahun ke tahun dan pajaknya disetor ke pusat," jelas Bupati.(KaltimPost,07052009)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA :
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 8
|