 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 2 Kali |
|
|
 | "Kalau Malam seperti Kompleks Pelacuran" |
| PASERKAB, 08-05-2009 00:00:00 WITA
PEMKAB Paser sepertinya perlu meninjau kembali keberadaan petak atau kios di Pasar Penampungan Senaken. Pasalnya, rata-rata petak, terutama di bagian tengah dan belakang, sudah berubah fungsi. Tidak hanya dijadikan tempat tinggal dengan membuat loteng, barang yang mereka jual bukan lagi kebutuhan pokok seperti peruntukan semula, tapi minuman keras (miras) berbagai jenis.
Sebagai daya tarik bagi pengunjung, sejumlah kios sengaja menampung pekerja seks komersial (PSK). Karena itu tidak heran, Pasar Penampungan di samping Pasar Induk Senaken itu hanya sepi pada siang hari, namun semarak di malam hari.
"Kalau siang suasana di sini sepi. Tapi sebaliknya kalau malam, apalagi malam Minggu, suasana begitu ramai. Di sana-sini terdengar suara musik. Apalagi kalau sudah malam minggu, suara musik bisa sampai subuh. Pokoknya, kalau sudah malam, di tempat ini tak ubahnya komplek pelacuran," ungkap Indra, salah seorang pemilik kios di bagian depan lokasi Pasar Penampungan Senaken kepada koran ini.
Indra dan pedagang lainnya yang ditemui mengaku sangat bersyukur dengan langkah yang diambil Satpol PP menertibkan sejumlah kios yang menjual miras, termasuk PSK yang setiap malam mangkal di tempat itu.
"Kami senang dan bersyukur, sebab dengan adanya operasi penertiban ini praktis kami bisa merasa lebih aman berjualan dan buka kios pada waktu malam. Selama ini, kami merasa tidak aman, karena hampir setiap saat ada saja pengunjung yang teler berat akibat minuman keras," katanya.
Pedagang lainnya berharap Pemkab berani mengambil sikap tegas terhadap sejumlah petak atau kios yang berubah fungsi menjadi tempat tinggal. Pasalnya, kata pedagang, dengan banyaknya petak yang dialihfungsikan oleh pemiliknya menjadi tempat tinggal itu, membuat pedagang lainnya menjadi waswas bahaya kebakaran.
"Terus terang saja, kami tidak bisa tenang kalau sudah meninggalkan kios kami, sebab sebagian kios yang ada di tengah dan belakang itu jadi tempat tinggal. Pemiliknya tidur dan masak di kios, sehingga wajar jika kami waswas akan bahaya kebakaran. Karena itu, melalui Kaltim Post kami sangat berharap, kios yang berubah jadi tempat tinggal itu ditertibkan," harapnya.(KaltimPost,07052009)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA : 11-02-2012 - | Badan Urusan Logistik (Bulog) menggunakan data PPLS dan BPS sebagai acuan menyalurkanRaskin (Beras Miskin) 2012. Sementara untuk teknis penyalurannya, bulog tetap menggunakan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Raskin Menumpuk di Gudang |
11-02-2012 - | Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus berbenah untuk bisa menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Kapolres Paser AKBP Ismahjuddin Sik, Msi di depan ratusan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Polri Harus Anti Kekerasan |
11-02-2012 - | Bagi warga Tana Paser yang ingin ikut Jalan Sehat Ceria (JSC) Kaltim Post, Minggu (19/2) nanti, sepertinya harus cepat-cepat jika tak ingin kehabisan tiket. Pasalnya,...',300)" onMouseOut="toolTip()">Aksi Borong Tiket Makin Gencar |
11-02-2012 - | PT Asuransi Kesehatan (Askes) baru-baru ini melaksanakan sosialisasi penyegaran kembali pelayanan kesehatan, antara lain pelayanan rawat jalan,rawat inap, dan rawat...',300)" onMouseOut="toolTip()">Askes Gelar Sosialisasi Pelayanan Kesehatan |
11-02-2012 - | Sungguh beruntung para kepala sekolah di Kecamatan Kuaro dan Batu Sopang. Mereka untuk keduakalinya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan manajemen sekolah yang digelar...',300)" onMouseOut="toolTip()">31 Kepsek Belajar Sistem Manajemen Sekolah |
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 5
|