 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 2 Kali |
|
|
 | "Bakar Sampah Saja Kok Sulit" |
| PASERKAB, 15-05-2009 00:00:00 WITA
Bupati Paser HM Ridwan Suwidi mengajak seluruh komponen masyarakat berpartisipasi melawan penyakit demam berdarah (DBD) yang selalu mengancam kehidupan masyarakat.
"Merupakan suatu kepatutan bagi kita bergotong royong demi kemaslahatan orang banyak. Sampah dikumpulkan ditanam atau dibakar adalah pekerjaan yang tidak sulit. Juga tidak memerlukan pemikiran. Tapi, kenapa pekerjaan sederhana dan mudah itu sulit kita lakukan," tandas bupati saat menerima Kepala Dinas Kesehatan dr H Patotori Natsir di ruang kerjanya.
Patotori bersama Sekkab Paser Drs H Helmy Lathyf, Asisten II Hj Herwati dan Kabag Kesra H Suwardi SH dipanggil menghadap menyusul kasus DBD yang makin mengganas, khususnya di Tanah Grogot. Selama 2009, sudah 2 penderita DBD meninggal.
Menurut bupati, keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh tingkat partisipasi masyarakat. Karena itu kata bupati, partisipasi masyarakat dalam upaya membasmi penyakit DBD juga tidak bisa lagi ditawar-tawar.
"Mari kita basmi demam berdarah, sebab penyakit itu adalah musuh lingkungan, musuh masyarakat dan musuh keluarga kita," ajak bupati.
Sementara Patotori menerangkan, penanggulangan demam berdarah telah dilaksanakan secara intensif melalui kegiatan fogging. Tak hanya itu, pihaknya juga telah menyebarkan surat edaran ke masjid dan musala sebagai langkah mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan 3M. Yakni membersihkan, menguras dan mengubur.
"Fokus kegiatan dilaksanakan secara merata di 10 kecamatan, terutama daerah endemik. Sampelnya adalah lingkungan masyarakat yang ada penderita demam berdarah serta adanya laporan masyarakat mengenai ciri-ciri nyamuk di lingkungannya," jelas Patotori.
Selain itu, seluruh Puskesmas juga sudah disebarkan abate untuk dibagikan ke masyarakat dan penggunaan abate tersebut menurut takaran yang sudah ditentukan. Kegiatan itu untuk menghambat perkembangan nyamuk sehingga jentik-jentik nyamuk mati.
Sedangkan Suwardi mengatakan, Pemkab telah menyediakan dana Rp 500 juta bagi penanggulangan penyakit demam berdarah. Menurut Suwardi, bantuan itu untuk untuk wabah penyakit yang masuk kategori KLB atau Kejadian Luar Biasa.(KaltimPost,14052009)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA : 11-02-2012 - | Badan Urusan Logistik (Bulog) menggunakan data PPLS dan BPS sebagai acuan menyalurkanRaskin (Beras Miskin) 2012. Sementara untuk teknis penyalurannya, bulog tetap menggunakan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Raskin Menumpuk di Gudang |
11-02-2012 - | Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus berbenah untuk bisa menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Kapolres Paser AKBP Ismahjuddin Sik, Msi di depan ratusan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Polri Harus Anti Kekerasan |
11-02-2012 - | Bagi warga Tana Paser yang ingin ikut Jalan Sehat Ceria (JSC) Kaltim Post, Minggu (19/2) nanti, sepertinya harus cepat-cepat jika tak ingin kehabisan tiket. Pasalnya,...',300)" onMouseOut="toolTip()">Aksi Borong Tiket Makin Gencar |
11-02-2012 - | PT Asuransi Kesehatan (Askes) baru-baru ini melaksanakan sosialisasi penyegaran kembali pelayanan kesehatan, antara lain pelayanan rawat jalan,rawat inap, dan rawat...',300)" onMouseOut="toolTip()">Askes Gelar Sosialisasi Pelayanan Kesehatan |
11-02-2012 - | Sungguh beruntung para kepala sekolah di Kecamatan Kuaro dan Batu Sopang. Mereka untuk keduakalinya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan manajemen sekolah yang digelar...',300)" onMouseOut="toolTip()">31 Kepsek Belajar Sistem Manajemen Sekolah |
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 6
|