| PASERKAB, 18-05-2009 00:00:00 WITA
Kabupaten Paser berencana menambah sekolah baru di Kilometer 4 Jalan Kusuma Bangsa. Jika tidak ada halangan, sekolah yang disebut Unit Sekolah Baru (USB) Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMK) 4 Tanah Grogot akan merampungkan tahapan pertama pembangunannya di akhir tahun 2009, sehingga di 2010 USB SMKN 4 menerima siswa baru.
Ditemui di lokasi pembangunan SMK 4, Ketua Tim Pendiri SMKN 4 Tanah Grogot Drs Tegen Sayuk Rimboko beserta anggota tim pendiri yang lain, Jumat (15/5), tampak berdiskusi di atas tikar yang digelar di tengah rerumputan. Sebelum memberi komentar, Tegen sempat menawari nasi kotak kepada Tribun.
"Hajatan kecil-kecilan untuk meminta rahmat dan lindunganNya agar niat kita membangun USB SMKN 4 ini berjalan lancar. Sebagai tim pendiri, kita diberi tugas membangun USB SMKN 4 sampai selesai, sumber dananya dari APBN dan APBD, perbandingannya 1 : 1," kata Tegen.
Dijelaskan, Pemkab Paser melalui Dinas Pendidikan (Disdik) mengusulkan Paser mendapat jatah pembangunan SMK kepada Dirjen Pembinaan SMK. Hasilnya, Paser mendapatkan bantuan itu, tetapi harus bersedia memenuhi semua persyaratan di dalam Memorandum of Understanding (MoU) antara Dirjen Pembinaan SMK dengan Pemkab Paser.
Salah satunya, lanjut Tegen, Pemkab harus menyediakan dana pendamping dengan jumlah yang sama seperti dialokasikan APBN. Jika tidak, bantuan APBN tahap kedua tidak dikucurkan lagi, dan USB SMKN 4 terancam tidak selesai dibangun. Tapi ia optimistis APBD akan mengalokasikan dananya karena Bupati Paser sendiri yang menandatangani MoU dengan Dirjen Pembinaan SMK.
"Itu MoU Bupati dengan Dirjen di atas materai, bahwa Paser sanggup menyediakan dana 100 persen. Jadi, tahun ini APBN mengalokasikan Rp 900 juta, APBD juga harus senilai itu, cuma akan dicairkan di APBD Perubahan. Lahan sudah ada, luasnya 1,8 hektare. Bupati kemarin meninjau, kelihatannya luas lahan belum cukup, sehingga lahan di sebelahnya akan dibebaskan," tukasnya.
Rencananya, alokasi dana APBN dan APBD tahun ini untuk membangun ruang kelas, ruang guru dan ruang utama. Semua itu harus selesai akhir tahun ini. Selanjutnya akan dialokasikan lagi bantuan tahap kedua, sampai total alokasi dana APBN dan APBD untuk USB SMKN 4 menjadi sebesar Rp 3,6 miliar.
"Pembangunan USB SMKN 4 dari dana APBN menggunakan sistem swakelola, pusat langsung mentransfer dananya ke rekening tim pendiri, sehingga mereka tahunya dengan kita. Dari APBD menggunakan sistem tender. Tapi sendainya Rp 3,6 miliar itu habis, tapi belum sempurna pembangunannya, maka sisanya menjadi tanggung jawab Pemkab," tegasnya.(TribunKaltim,17052009)
Dikirim oleh : (administrator)
|