 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 2 Kali |
|
|
 | Kalau Tak Berani, Hutan Habis |
| PASERKAB, 08-06-2009 00:00:00 WITA
Pemkab Paser tetap serius menyikapi persoalan tebangan ilegal (illegal logging) yang marak terjadi. Wakil Bupati Paser HM Hatta Garit, Kamis (4/6) kemarin membuka rapat pembentukan Tim Koordinasi dan Satuan Tugas Penanganan Kegiatan Pemberantasan Penebangan Kayu secara Illegal. Rakor difasilitasi Dinas Kehutanan, Pertambangan dan Energi.
Dalam acara yang dihadiri Kejari, Polres, Kodim, serta sejumlah undangan itu, Wabup mengungkapkan illegal logging memang harus disikapi secara serius oleh Pemkab. Mengingat keberadaan hutan sebagai penyangga pokok kehidupan manusia menjadi syarat utama untuk memperbaiki degradasi dan deforestasi hutan yang dapat menimbulkan berbagai dampak lingkungan ekonomi dan sosial.
"Suka atau tidak suka, kerusakan lingkungan hutan akibat illegal logging ini harus kita antisipasi dari sekarang. Ini telah menjadi masalah kita bersama, dan kita harus bisa mengambil tindakan tegas. Kepada Dishuttamben, tolong dikoordinasikan secara lebih terpadu kepada Kejaksaan, Polres dan pihak yang berkompeten dalam bidang ini," kata Hatta.
Kanit I Resum Satreskrim Polres, Ipda M Purwoko mengatakan, sejauh ini ada beberapa titik kasus, terutama di Kecamatan Muara Komam, Long Ikis, Long Kali dan Batu Engau. Di daerah itu terdapat jalan akses HPH yang lintasan jalurnya sangat memudahkan terjadinya kegiatan penebangan kayu ilegal.
"Ini yang tampaknya harus kita tangani bersama dalam waktu dekat. Mungkin saja dengan secepatnya membuat pos terpadu guna memantau aktivitas ilegal ini. Secara berkala, mungkin bisa diterapkan dengan cara menempatkan instansi yang berkompeten guna bertugas dan berpatroli rutin di sana," ungkap Purwoko.
Menurut Kasi Intel Kejari Tanah Grogot, Syaiful Adenan SH, persoalan illegal logging itu merupakan permasalahan yang sangat kompleks dan rumit yang harus segera diselesaikan oleh Pemkab. Sehingga diperlukan perencanaan yang sifatnya lebih serius dan matang.
"Saran saya, sebaiknya Pemkab memberanikandiri mengambil keputusan membangun pos terpadu. Pusatkan di beberapa titik rawan seperti Muara Komam, Longkali, Long Ikis dan Batu Engau. Kita harus ada keberanian. Kalau kita tidak berani mengambil tindakan tegas, percaya saja, hutan yang ada di Paser ini akan habis," tandas Syaiful.(KaltimPost,05062009)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA : 11-02-2012 - | Badan Urusan Logistik (Bulog) menggunakan data PPLS dan BPS sebagai acuan menyalurkanRaskin (Beras Miskin) 2012. Sementara untuk teknis penyalurannya, bulog tetap menggunakan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Raskin Menumpuk di Gudang |
11-02-2012 - | Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus berbenah untuk bisa menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Kapolres Paser AKBP Ismahjuddin Sik, Msi di depan ratusan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Polri Harus Anti Kekerasan |
11-02-2012 - | Bagi warga Tana Paser yang ingin ikut Jalan Sehat Ceria (JSC) Kaltim Post, Minggu (19/2) nanti, sepertinya harus cepat-cepat jika tak ingin kehabisan tiket. Pasalnya,...',300)" onMouseOut="toolTip()">Aksi Borong Tiket Makin Gencar |
11-02-2012 - | PT Asuransi Kesehatan (Askes) baru-baru ini melaksanakan sosialisasi penyegaran kembali pelayanan kesehatan, antara lain pelayanan rawat jalan,rawat inap, dan rawat...',300)" onMouseOut="toolTip()">Askes Gelar Sosialisasi Pelayanan Kesehatan |
11-02-2012 - | Sungguh beruntung para kepala sekolah di Kecamatan Kuaro dan Batu Sopang. Mereka untuk keduakalinya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan manajemen sekolah yang digelar...',300)" onMouseOut="toolTip()">31 Kepsek Belajar Sistem Manajemen Sekolah |
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 9
|