 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 2 Kali |
|
|
 | Sampah Masih Berserakan, Tak Ada Kemajuan di Tiap RT |
| PASERKAB, 08-06-2009 00:00:00 WITA
Penilaian lomba lingkungan sehat dan bersih tahap III sudah selesai dilaksanakan oleh masing-masing tim.Saat ini sudah memasuki tahap rekapitulasi nilai. Hasilnya akan diumumkan pada pertengahan Juni 2009. Penilaian tersebut meliputi kategori rumah pribadi, kantor dan instansi, RT, serta sekolah.
Tim II memulai penilaian di tingkat RT dan sekolah, Senin (1/6) sore. Tim ini yang dipimpin oleh Sumardi, kepala bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan BLH dan Ita Muetia Nirmalawati, kasubbid LH dan SDA Bappeda Paser. Tim mulai melakukan penilaian di RT 6 RW 3 Jalan Modang, kemudian dilanjutkan dengan RT 1 RW 2 Jalan Sultan Hasanudin Gang Muhibin, dan RT 4 RW 2 Gang Mawar.
Tim yang sama juga mendatangi tiga lokasi di Jalan Kandio Bahari atau RW 1, yaitu RT 1, RT 7 dan peserta lomba rumah sehat milik Rahmadi Darfi yang terletak di RT 3. Menurut penilaian Sumardi, hampir semua RT yang didatangi tidak menunjukkan perbaikan, terutama dalam hal kebersihan.
"Pada penilaian pertama dan kedua, sampah juga berserakan di beberapa tempat, sama seperti sekarang. Jadi hampir tidak ada kemajuan yang berarti di tiap RT," terang Sumardi.
Hal berbeda terlihat pada sejumlah kantor pemerintah, walaupun tidak semuanya. Beberapa kantor seperti Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil terlihat lebih rapi dan cantik dari sebelumnya. Menurut sejumlah pejabat di kantor ini, penataan kantor bukan semata-mata karena ada penilaian, namun karena itu memang kebutuhan.
"Ini bukan hanya soal dinilai atau tidak. Kita memang harus membenahi ruang dan halaman kantor agar tampak lebih sehat, dan tidak kelihatan semrawut," kata Kasubbag Perencanaan Program Arpan Haris yang menemani tim penilai di kantornya, Selasa (2/6).
Namun tidak semua pegawai memiliki pandangan yang sama dengan Arpan Haris. Di beberapa kantor lainnya, tim malah mendapatkan pemandangan yang sebaliknya. Bahkan ada yang secara terang-terangan mengaku tidak siap untuk dinilai.
"Wah, ini koq mendadak penilaiannya, jadi kami tidak siap. Kami kira tidak dinilai karena sudah lama waktu ada pemberitahuan di media, namun kami tunggu-tunggu tidak ada tim yang datang," kata seorang ibu di salah satu kantor pemerintah daerah.
Berita penilaian ini dimuat di koran ini pada awal bulan Maret lalu. Sumardi mengatakan bahwa penilaian sengaja dibuat dengan kesan mendadak, karena kebersihan lingkungan harus bisa dilaksanakan secara berkesinambungan, dan bukan hanya pada saat penilaian.(KaltimPost,06062009)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA : 11-02-2012 - | Badan Urusan Logistik (Bulog) menggunakan data PPLS dan BPS sebagai acuan menyalurkanRaskin (Beras Miskin) 2012. Sementara untuk teknis penyalurannya, bulog tetap menggunakan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Raskin Menumpuk di Gudang |
11-02-2012 - | Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus berbenah untuk bisa menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Kapolres Paser AKBP Ismahjuddin Sik, Msi di depan ratusan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Polri Harus Anti Kekerasan |
11-02-2012 - | Bagi warga Tana Paser yang ingin ikut Jalan Sehat Ceria (JSC) Kaltim Post, Minggu (19/2) nanti, sepertinya harus cepat-cepat jika tak ingin kehabisan tiket. Pasalnya,...',300)" onMouseOut="toolTip()">Aksi Borong Tiket Makin Gencar |
11-02-2012 - | PT Asuransi Kesehatan (Askes) baru-baru ini melaksanakan sosialisasi penyegaran kembali pelayanan kesehatan, antara lain pelayanan rawat jalan,rawat inap, dan rawat...',300)" onMouseOut="toolTip()">Askes Gelar Sosialisasi Pelayanan Kesehatan |
11-02-2012 - | Sungguh beruntung para kepala sekolah di Kecamatan Kuaro dan Batu Sopang. Mereka untuk keduakalinya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan manajemen sekolah yang digelar...',300)" onMouseOut="toolTip()">31 Kepsek Belajar Sistem Manajemen Sekolah |
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 6
|