 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 2 Kali |
|
|
 | Pasar Senaken Semakin Kumuh |
| PASERKAB, 11-06-2009 00:00:00 WITA
Pasar Induk Senaken merupakan pasar tradisional yang dibangun dengan konsep modern dimasa pemerintahan Bupati HM Yusriansyah Syarkawi. Hingga kini pemanfaatannya tidak teratur seperti yang diharapkan, ditambah dengan lapak atau los liar yang berdiri tak beraturan menambah kumuh Pasar Induk Senaken.
Tak pelak hal ini membuat anggota Komisi III DPRD Paser H Syamsuddin Cukur merasa gerah. Dia berharap pihak terkait mengambil sikap, apalagi los liar yang dibangun dengan kayu galam tumbuh di sepanjang jalan masuk Pasar Induk Senaken. Di samping menambah kesemrawutan pasar, juga mengganggu pengguna jalan di pasar tersebut.
"Los begini kan tidak seharusnya dibangun di pinggir jalan, ini kan mengganggu lalu lintas jalan masuk ke Pasar Senaken. Jika pembangunan los ini tetap dibiarkan akan menambah semerawut pasar. Saya minta pihak terkait untuk menertibkan ini," pinta Syamsuddin didampingi Humas DPRD Paser Syafrani HA, Selasa (9/6).
Menurutnya, tumbuhnya los liar tidak ada hubungannya dengan kekurangan lapak (tempat berjualan), sebab los yang dibangun di blok pasar sayur masih banyak yang kosong, sehingga tidak perlu lagi penambahan bangunan baru.
"Bagaimana pasar kita ini mau bagus, pasar yang menjadi kebanggaan kita. Kalau sejak awal diatur dengan baik tentu akan tertib, tetapi saya sangat menyayangkan bangunan yang ada di depan mata pihak UPTD Pasar Senaken, tetap dibiarkan pembangunannya," kata Syamsuddin.
Apabila los liar itu tetap dibiarkan, lanjut Syamsuddin, dikhawatirkan pedagang sayur yang berjualan di petak resmi yang dibangun permanen ditinggalkan, sebab letak los liar tersebut lebih strategis. Ia juga meminta agar los pasar subuh segera ditertibkan, jangan sampai pedagang berjualan hingga siang hari.
"Ini persoalan yang sebenarnya, pengaturannya memang sejak awal tidak tertib, pedagang pasar subuh sampai siang, sementara pedagang sayur di los resmi letaknya lebih jauh di belakang, sehingga mereka mencari tempat yang lebih strategis," jelasnya.
Persoalan tumbuhnya los liar ini diakui pedagang kelapa kepada Syamsuddin. Menurutnya, dia diberi mandat oleh pedagang lain untuk membangun beberapa lapak di sepanjang jalan masuk Pasar Induk Senaken, dan sampai sekarang tidak ada teguran dari pihak manapun.
"Sudah ada puluhan petak yang saya bangun, tidak ada yang menegur, tidak juga petugas pasar. Kami tetap bangun di lokasi ini karena di tempat berjualan yang lama kurang pembelinya. Jaraknya terlalu jauh, sementara pedagang lain juga membangun los luar bangunan tidak ditegur, bagaimana jualan kami bisa laku," keluhnya.(TribunKaltim,09062009)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA : 11-02-2012 - | Badan Urusan Logistik (Bulog) menggunakan data PPLS dan BPS sebagai acuan menyalurkanRaskin (Beras Miskin) 2012. Sementara untuk teknis penyalurannya, bulog tetap menggunakan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Raskin Menumpuk di Gudang |
11-02-2012 - | Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus berbenah untuk bisa menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Kapolres Paser AKBP Ismahjuddin Sik, Msi di depan ratusan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Polri Harus Anti Kekerasan |
11-02-2012 - | Bagi warga Tana Paser yang ingin ikut Jalan Sehat Ceria (JSC) Kaltim Post, Minggu (19/2) nanti, sepertinya harus cepat-cepat jika tak ingin kehabisan tiket. Pasalnya,...',300)" onMouseOut="toolTip()">Aksi Borong Tiket Makin Gencar |
11-02-2012 - | PT Asuransi Kesehatan (Askes) baru-baru ini melaksanakan sosialisasi penyegaran kembali pelayanan kesehatan, antara lain pelayanan rawat jalan,rawat inap, dan rawat...',300)" onMouseOut="toolTip()">Askes Gelar Sosialisasi Pelayanan Kesehatan |
11-02-2012 - | Sungguh beruntung para kepala sekolah di Kecamatan Kuaro dan Batu Sopang. Mereka untuk keduakalinya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan manajemen sekolah yang digelar...',300)" onMouseOut="toolTip()">31 Kepsek Belajar Sistem Manajemen Sekolah |
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 10
|