Trans Kaltim Perlu Perhatian | |
|
PASERKAB, 22-06-2009 00:00:00 WITA Selama tiga hari, Sabtu (20/6) hingga Senin (22/6) Gubernur Awang Faroek dijadwalkan melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Paser. Serangkaian agenda terjadwal dalam kunjungan di kabupaten paling selatan di provinsi Kaltim ini, baik melakukan peninjauan sejumlah proyek yang telah didanai APBD Provinsi 2008 maupun yang akan didanai dalam tahun anggaran 2009 ini. Selain melakukan peninjauan sejumlah proyek diantara pembangunan turap di kawasan tepian Kandilo hingga pembangunan rehab Museum Sadurangas di Kecamatan Paser Belengkong, rombongan gubernur juga akan melakukan ramah tamah pejabat, tokoh agama, masyarakat dan jajaran organisasi, baik kepemudaan hingga lembaga ada. Selain itu, juga dijadwalkan akan melakukan pemancangan tiang pertama pembangunan rumah sakit daerah di kawasan kilometer 5 Tanah Grogot. Sebagai daerah lintas provinsi antara Kaltim ? Kalsel, salah satu yang paling diharapkan adalah menuntaskan jalan trans wilayah selatan. Sebab kondisi jalan hingga saat ini, baik dari Kecamatan Long Kali hingga Batu Aji atau perbatasan Kecamatan Muara Komam maupun lintas menuju Batu Licin Kabupaten Kota Baru melalui lintas Kerang Dayu, kondisinya terus menerus mengalami kerusakan. Meskipun saat ini upaya perbaikan, khusus lintas selatan Long Kali-Batu Aji telah dilakukan diantaranya pada kawasan-kawasan yang mengalami longsor di sejumlah titik akibat tonase kendaraan yang melebihi batas maksimum maupun adanya lubang akibat kondisi alam diantaranya rembesan air hujan, sehingga potensi kerusakan selalu terjadi selama ini. Yang patut menjadi perhatian, kerusakan jalan diduga lebih akibat aktivitas angkutan batu bara yang dilakukan dua perusahaan di kawasan jalan negara dari Desa Busui menuju Pelabuhan Tempayang Kecamatan Kuaro. Bahkan, akibat konvoi truk milik dua perusahaan tersebut, tidak saja berdampak pada kerusakan ruas jalan sepanjang 70 kilometer yang dilalui, tetapi juga menimbulkan kemacetan arus lalu lintas, Tak heran, warga pun berharap kepada gubenur Kaltim dapat mengambil tindakan tegas kepada dua perusahaan pertambangan batu bara tersebut. "Setelah adanya aktivitas angkutan batu bara terutama di kawasan Sungai Rie, Sungai Terik, Busui dan Selerong kerusakan yang terjadi benar-benar sangat memprihatinkan, sehingga kerab terjadi kecelakaan akibat lobang ," kata sejumlah warga Batu Sopang, Muara Komam dan Kuaro. Ini belum termasuk kerugian masyarakat akibat debu dan tidak lancarnya aktifitas warga akibat lalu lalang kendaraan yang tidak menggenal waktu. "Debunya kita yang merasakan. Selain itu, angka kecelakaan meningkat sejak adanya aktivitas angkutan batu bara ini," tandas Ruslan warga Batu Sopang, dan ia berharap dalam kunjungan gubernur pekan ini dapat melihat kondisi jalan akibat aktivitas tersebut. Sementara, kondisi badan jalan negara yang menghubungkan Kaltim-Kalsel via Kerang Dayu-Batu Licin yang pernah mengalami kerusakan yang cukup parah baru ?baru ini di sejumlah titik, diharapkan juga menjadi perhatian gubernur Kaltim. Perhatian tersebut dengan melakukan tindakan segera jika ada sejumlah titik yang mengalami kerusakan. "Kami minta perhatian pak gubernur, karena selama ini dalam penanganannya selalu terlambat. Sudah parah baru ada perbaikan. Bahkan saat itu sempat putus beberapa hari, kalau tidak pak bupati meminta bantuan perusahaan perkebunan melakukan perbaikan saat itu, beberapa desa akan terisolir dan putusnya lintas Kaltim-Kalses," tandas Saipul, warga Desa Kerang berharap.(KaltimPost,20062009) Dikirim oleh : (administrator) |
BERITA LAINNYA :
| CARI ARSIP BERITA : |
