 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 2 Kali |
|
|
 | Tana Paser Terpampang Dimana-mana |
| PASERKAB, 01-06-2009 00:00:00 WITA
Sejumlah anggota DPRD Paser seperti, Jumansyah, Achmad Khoiri, H Syawal dan Syamsuddin Cukur, beberapa waktu yang lalu terlibat dalam diskusi terkait perubahan nama Ibukota Kabupaten Paser dari Tanah Grogot menjadi Tana Paser.
Menurut Ketua Pansus Perubahan Nama Ibukota Kabupaten Paser Jumansyah, DPRD pada dasarnya setuju dengan perubahan nama tersebut. Hanya saja, hal ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat, kalau perlu mengundang seluruh elemen masyarakat untuk diseminarkan.
"Kita setuju asalkan sesuai prosedur, sosialiasikan dan gelar semacam hearing bersama seluruh elemen masyarakat. Tapi sebelum itu dilakukan, perubahan nama itu sudah terpampang dimana- mana. Itu di seberang Tepian Kandilo, terus di papan nama Taman Putri Shaleha," kata Jumansyah.
Sebaliknya, jika prosedur sudah dilakukan, maka langkah selanjutnya perubahan nama itu diusulkan kepada Departemen Dalam Negeri (Depdagri), setelah disetujui baru lah Tana Paser bisa dipasang dimana-mana. Terus terang saja, saya sudah tanya sama orang-orang tua di sini, mereka tidak ada yang tahu sejarah Tana Paser," ungkapnya.
H Syawal menambahkan, belajar dari pengalaman daerah lain perlu menjadi salah satu pertimbangan mengubah nama ibukota kabupaten. Seperti, Makassar kemudian diganti Ujung Padang, tapi karena anggap bukan histori nama Ujung Padang diganti lagi menjadi Makassar.
Tanah Grogot disebut berawal dari sungai yang airnya mengeluarkan suara bergemuruh, penjajah Belanda mendengar dan menyebutnya Tanah Grogot.
"Sebenarnya persoalan perubahan nama ibukota kabupaten sudah diseminarkan bersamaan dengan perubahan nama kabupaten dari Pasir ke Paser, tapi untuk perubahan nama ibukota kabupaten ditolak," tambah Syamsuddin.
Belum selesai rasa penasaran Jumansyah terhadap perubahan ibukota kabupaten yang sudah terpampang dimana-mana, Jumansyah mengaku kembali melihat beberapa perubahan nama. Seperti, Taman Wana Sebaya menjadi Taman Putri Shaleha, Gedung Sirana menjadi Gedung Perempuan Berjaya.
Belum sempat Jumansyah menambahkan komentarnya, H Syawal dengan cepat berkata "Nanti kalau terjadi pergantian pemimpinan, saya kira perubahan nama itu akan dikembalikan ke awal, kecuali nama-nama untuk bangunan baru," selanya.
Mengapa? Karena Paser akan kehilangan jejak sejarah, orang baru tidak bisa menemukan Tanah Grogot dan orang yang lahir di Tanah Grogot tidak punya tempat kelahiran lagi, sebab sudah berganti menjadi Tana Paser. Belum lagi masalah biaya, biaya cetak kop surat, plang nama dan lainnya.
Menutup diskusi mereka berempat di ruang Komisi III DPRD Paser, Achmad Khoiri mengatakan perubahan nama bisa dilakukan, tapi apakah perubahan nama itu berpengaruh pada peningkatan kesejahteraan masyarakat? Jika tidak, lebih baik fokus pada pembangunan ekonomi masyarakat, tentunya itu akan lebih bermanfaat.(TribunKaltim,31052009)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA : 11-02-2012 - | Badan Urusan Logistik (Bulog) menggunakan data PPLS dan BPS sebagai acuan menyalurkanRaskin (Beras Miskin) 2012. Sementara untuk teknis penyalurannya, bulog tetap menggunakan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Raskin Menumpuk di Gudang |
11-02-2012 - | Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus berbenah untuk bisa menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Kapolres Paser AKBP Ismahjuddin Sik, Msi di depan ratusan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Polri Harus Anti Kekerasan |
11-02-2012 - | Bagi warga Tana Paser yang ingin ikut Jalan Sehat Ceria (JSC) Kaltim Post, Minggu (19/2) nanti, sepertinya harus cepat-cepat jika tak ingin kehabisan tiket. Pasalnya,...',300)" onMouseOut="toolTip()">Aksi Borong Tiket Makin Gencar |
11-02-2012 - | PT Asuransi Kesehatan (Askes) baru-baru ini melaksanakan sosialisasi penyegaran kembali pelayanan kesehatan, antara lain pelayanan rawat jalan,rawat inap, dan rawat...',300)" onMouseOut="toolTip()">Askes Gelar Sosialisasi Pelayanan Kesehatan |
11-02-2012 - | Sungguh beruntung para kepala sekolah di Kecamatan Kuaro dan Batu Sopang. Mereka untuk keduakalinya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan manajemen sekolah yang digelar...',300)" onMouseOut="toolTip()">31 Kepsek Belajar Sistem Manajemen Sekolah |
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 9
|