| PASERKAB, 09-07-2009 00:00:00 WITA
Bupati Paser HM Ridwan Suwidi menyatakan, penanganan Jalan Trans-Kaltim atau jalan provinsi tidak pernah tuntas. Ironisnya, setiap tahun anggran selalu dialokasikan dana cukup besar untuk penanganan jalan satu-satunya penghubungan antara tiga provinsi di Kalimantan ini. Yakni, Kaltim, Kalsel, dan Kalbar.
Karena itu, Bupati Ridwan Suwidi meminta kepada pihak berwenang agar jalan tersebut ditangani secara tuntas, agar benar-benar dinikmati masyarakat. Menurutnya, selama ini hanya dengan sistem pemiliharaan atau perbaikan hanya pada titik-titik jalan yang mengalami kerusakan. Bukan perbaikan secara total.
"Saya berharap, seperti di wilayah selatan sudah dilakukan peningkatan jalan total. Bahkan, sudah dilakukan pelebaran, dan kalaupun ada kerusakan, hanya pada titik-titik tertentu," kata bupati di hadapan 7 anggota DPRD Provinsi yang melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Paser, terkait akan dibahasnya APBD Kaltim 2010.
Bupati mengatakan, harus diakui perhatian pemprov akan kondisi jalan ini sudah maksimal. Namun, sistemnya perlu dievalausai. Kalau hanya dikerjakan separuh-paruh, tentu kualitasnya tidak bagus dan mudah rusak. "Harapan saya kepada rekan-rekan di DPRD, sudahnya jalan lintas Kaltim untuk wilayah Paser ini dilakukan secara total," tandasnya.
Hal ini, terang Ridwan, memang perlu dilakukan. Selain akibat meningkatnya jumlah kendaraan yang melalui jalur ini, juga tonase kendaraan yang melintas mengalami peningkatan."Kalau dulu, hanya mobil kecil yang lalu lalang, saat ini hampir setiap hari bisa kita sanksikan kendaraan besar. Sementara kendaraan besar ini rata-rata memiliki tonase 8 ton lebih dan sementara kualitas jalan kita di bawah 8 ton. Inilah yang terjadi mengapa jalan lintas Kaltim ini selalu rusak. Begitupun lebar jalan kita tidak sebanding lagi dengan jumlah kendaraan yang lalu lalang, karena itulah perlu juga dilebarkan," kata bupati.
Kerusakan tersebut diperparah dengan adanya angkutan batu bara yang saat ini sangat marak, dan meskipun satu sisi dari aktivitas angkutan ini merupakan bagian pendapatan daerah, namun perlu ditinjau jika melihat kondisi jalan yang selalu mengalami kerusakan tersebut.
"Kerusakan jalan dari kecamatan Long Kali hingga perbatasan Batu Aji Kecamatan Batu Sopang sudah merupakan masalah mendasar. Karena itulah sudah saat jalan ini dilakukan pembangunan total. Tidak selalu tambal sulam yang selama ini dilakukan," tambah Ridwan.(KaltimPost,06072009)
Dikirim oleh : (administrator)
|