 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 2 Kali |
|
|
 | Polisi Belum Temukan Taksi Gelap |
| PASERKAB, 29-06-2009 00:00:00 WITA
Kapolres Paser AKBP Hery Sasongko SIK dan Kasat Lantas AKP Didik Hariyanto, kemarin menjanjikan koordinasi dengan Serikat Pekerja Transport Indonesia (STPI) dan para pemilik angkutan penumpang umum, untuk menghadapi keluhan bernada protes dari jajaran pengemudi dan pengusaha angkutan penumpang umum di Tanah Grogot, terhadap operasi taksi plat hitam dan 'pendatang' dari Kalsel.
Tapi sejauh ini, katanya, Polres belum menemukan taksi gelap beroperasi di Tanah Grogot, seperti dilaporkan para pemilik angkutan penumpang umum itu. Kecuali mobil sewaan, yang dioperasikan banyak warga.
"Apakah mobil sewaan itu yang dimaksud? Dari laporan, mobil sewaan itu tidak parkir di satu lokasi," jelas Kapolres.
Terhadap mobil angkutan penumpang bernomor plat DA (Kalsel) yang bebas berkeliaran, bahkan mengambil penumpang, Kapolres menjelaskan, selama ini pihaknya tidak bisa mengambil tindakan karena mobil plat DA itu rata-rata mengantongi ijin trayek dari instansi terkait.
"Dalam setiap operasi yang digelar Satlantas Polres Paser, khususnya di wilayah Kecamatan Muara Komam, Batu Sopang dan Kuaro, sering ditemukan mobil angkutan plat DA. Namun, saat diperiksa, ternyata mereka memang punya izin trayek sampai ke Paser, sehingga tak mungkin ditindak," katanya.
Operasi taksi gelap dan angkutan penumpang umum kendaraan bernomor plat DA sebelum ini dikeluhkan para pemilik dan pengemudi angkutan umum di Tanah Grogot. Mereka melaporkan persoalan itu kepada Bupati Paser HM Ridwan Suwidi, Kapolda Kaltim di Balikpapan dan Kepala Dinas Perhubungan Kaltim di Samarinda.
"Agar persoalan yang dihadapi para pemilik angkutan umum di Tanah Grogot bisa segera mendapatkan perhatian," ungkap Slamet Riadi, Ketua Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Transport Indonesia (SPTI) Kabupaten Paser kepada Kaltim Post, Rabu (24/6).
Menurut Slamet, selama ini para pemilik angkutan umum memilih diam. Namun, karena jumlah angkutan umum gelap dan 'angkutan pendatang' itu terus bertambah, pemilik angkutan umum yang resmi merasakan gangguan pada lahan rezeki.
"Para penumpang tentu saja memilih taksi gelap yang serba lengkap. Itu menyebabkan armada kami tidak mendapatkan penumpang. Ini sudah berlangsung cukup lama, mengganggu piring nasi para sopir dan pengusaha angkutan umum yang resmi,"bebernya.(KaltimPost,27062009)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA : 11-02-2012 - | Badan Urusan Logistik (Bulog) menggunakan data PPLS dan BPS sebagai acuan menyalurkanRaskin (Beras Miskin) 2012. Sementara untuk teknis penyalurannya, bulog tetap menggunakan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Raskin Menumpuk di Gudang |
11-02-2012 - | Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus berbenah untuk bisa menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Kapolres Paser AKBP Ismahjuddin Sik, Msi di depan ratusan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Polri Harus Anti Kekerasan |
11-02-2012 - | Bagi warga Tana Paser yang ingin ikut Jalan Sehat Ceria (JSC) Kaltim Post, Minggu (19/2) nanti, sepertinya harus cepat-cepat jika tak ingin kehabisan tiket. Pasalnya,...',300)" onMouseOut="toolTip()">Aksi Borong Tiket Makin Gencar |
11-02-2012 - | PT Asuransi Kesehatan (Askes) baru-baru ini melaksanakan sosialisasi penyegaran kembali pelayanan kesehatan, antara lain pelayanan rawat jalan,rawat inap, dan rawat...',300)" onMouseOut="toolTip()">Askes Gelar Sosialisasi Pelayanan Kesehatan |
11-02-2012 - | Sungguh beruntung para kepala sekolah di Kecamatan Kuaro dan Batu Sopang. Mereka untuk keduakalinya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan manajemen sekolah yang digelar...',300)" onMouseOut="toolTip()">31 Kepsek Belajar Sistem Manajemen Sekolah |
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 7
|