| PASERKAB, 29-06-2009 00:00:00 WITA
Akhir-akhir ini warga Simpang Pait, Pait I, dan Tajur, Kecamatan Long Ikis resah. Mereka dihantui rasa takut. Sebab hampir setiap malam terjadi perampokan. Bahkan di Tajur sempat terjadi empat kali perampokan dalam satu malam. Untuk mencegah terulangnya kejadian yang sama, warga melaksanakan Siskamling di lingkungan masing-masing. Anehnya, kabar adanya rumah warga yang dirampok masih terus terjadi, sehingga warga merasa tidak aman selama kawanan perampok itu belum ditangkap.
Hal ini diungkapkan Iwan, warga Desa Samuntai Kecamatan Long Ikis yang membuka usaha warung makan. Menurutnya, meski desanya relatif aman, tetapi kejadian di Simpang Pait dan sekitarnya membuat warga Samuntai juga ikut resah. Iwan yang biasanya melayani pelanggan sampai malam, sekarang takut buka warung sampai malam.
"Ya kami jadi takut juga, takut siapa tahu sasaran selanjutnya adalah kami, makanya kami takut buka sampai malam. Kami cuma berharap kawanan rampok itu bisa segera ditangkap biar daerah kami kembali aman," kata Iwan, Minggu (28/6).
Sementara itu, Hj Astaniah, warga Simpang Pait yang rumahnya berdampingan dengan H Madi, satu dari sejumlah korban perampokan mengatakan, tetangganya didatangi kawanan rampok sekitar pukul 02.30, Jumat (26/6). Saidi, adik H Madi, berteriak minta tolong, tapi tak satu pun warga yang mampu memberi pertolongan.
"Ada warga yang keluar ingin membantu, terus dibentak kawanan rampok, disuruh masuk ke dalam rumah masing-masing. Kasihan Pak Saidi, beliau kabur dengan luka goresan di pinggang. Iya, sempat kena senjata kawanan rampok, sewaktu ingin menolong keponakannya, sebab Pak Haji lagi kerja di pabrik," tuturnya.
Yanti, anak H Madi melihat langsung kawanan rampok tersebut, usai kejadian dia menceritakan kawanan rampok itu setidaknya sebanyak tujuh orang. Semua berselempangkan kain sarung, dan hanya mengenakan celana dalam. "Katanya ada tujuh orang, pakai sempak (celana dalam-red) dan sarung, tidak pakai topeng, tapi karena bukan orang sini jadinya tidak kenal," ungkapnya.
Disebutkan, kawanan rampok berhasil merampas kalung dan ponsel, setelah itu mereka pergi dari rumah korban. Hanya saja, peristiwa seperti ini hampir terjadi setiap malam, mulai Senin (22/6) sampai sekarang. Sebab menurut kabar tadi malam (Minggu, 28/6-red) terjadi lagi di Tajur dan Pait. "Mereka pakai Bahasa Indonesia, itu diketahui saat mereka menyuruh warga masuk dalam rumah," tambahnya.(TribunKaltim,28062009)
Dikirim oleh : (administrator)
|