 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 2 Kali |
|
|
 | Masjid Nurul Ibadah akan Direhab |
| PASERKAB, 07-07-2009 00:00:00 WITA
Setelah Keraton Sadurengas yang juga dikenal dengan Museum Sadurengas direhabilitasi dan sekarang masih dalam proses penyelesaian, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Paser kembali akan merehab Masjid Nurul Ibadah, satu dari sejumlah benda cagar budaya nasional yang ada di Kabupaten Paser.
Untuk merehab rumah ibadah peninggalan Kesultanan Paser ini, Disbudparpora akan mengundang rekanan penyedia jasa kontruksi. Alokasi anggaran yang sudah disiapkan sekitar Rp 1 miliar, bersumber dari dana bantuan bencana alam pada APBN. Sedangkan rehabilitasi museum menurut Kepala Disbudparpora Paser Ir H Abdul Azis Maulana Msi, dilanjutkan penyelesaiannya.
"Museum lanjut, masjid segera akan dimulai perbaikannya. Untuk museum sudah selesai 60 persen, sisa pekerjaannya dilanjutkan tahun ini, nilainya kurang dari Rp 500 juta. Kalau museum sudah dikerjakan sejak tahun 2008, maka masjid dimulai tahun ini, nilainya sekitar Rp 1 miliar," kata Azis, Senin (6/7).
Konsep rehabilitasi Masjid Nurul Ibadah sama dengan merehab museum. Bangunan masjid akan dibongkar seluruhnya kemudian dibentuk lagi seperti semula. Bedanya, jika bangunan masjid yang ada sekarang berada di bawah ruas jalan, maka bangunan masjid setelah direhab akan lebih tinggi dari permukaan jalan. Hal ini untuk menghindari benda cagar budaya terendam banjir.
Selain itu, bahan bangunan masjid yang sudah lapuk dan tidak bisa dipakai lagi harus diganti dengan bahan dan kualitas yang sama, sehingga meski bukan aslinya tetapi penggantinya setidaknya sudah menyerupai bahan aslinya. "Pada dasarnya, museum dan masjid direhab karena sering terendam banjir, biar tidak telanjur parah, makanya kita perbaiki," terangnya.
Hanya saja, lanjut Azis, pihaknya harus cepat menyelesaikan sisa pekerjaan museum, sebab kalau dibiarkan tanpa atap, akhirnya bangunan yang belum selesai itu akan lapuk juga. "Rangka bangunannya kan sudah ada, tinggal pasang dinding dan atap, cuma finisingnya yang lambat. Terutama mengerjakan ukiran-ukiran itu," pungkasnya.(TribunKaltim,06072009)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA : 11-02-2012 - | Badan Urusan Logistik (Bulog) menggunakan data PPLS dan BPS sebagai acuan menyalurkanRaskin (Beras Miskin) 2012. Sementara untuk teknis penyalurannya, bulog tetap menggunakan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Raskin Menumpuk di Gudang |
11-02-2012 - | Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus berbenah untuk bisa menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Kapolres Paser AKBP Ismahjuddin Sik, Msi di depan ratusan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Polri Harus Anti Kekerasan |
11-02-2012 - | Bagi warga Tana Paser yang ingin ikut Jalan Sehat Ceria (JSC) Kaltim Post, Minggu (19/2) nanti, sepertinya harus cepat-cepat jika tak ingin kehabisan tiket. Pasalnya,...',300)" onMouseOut="toolTip()">Aksi Borong Tiket Makin Gencar |
11-02-2012 - | PT Asuransi Kesehatan (Askes) baru-baru ini melaksanakan sosialisasi penyegaran kembali pelayanan kesehatan, antara lain pelayanan rawat jalan,rawat inap, dan rawat...',300)" onMouseOut="toolTip()">Askes Gelar Sosialisasi Pelayanan Kesehatan |
11-02-2012 - | Sungguh beruntung para kepala sekolah di Kecamatan Kuaro dan Batu Sopang. Mereka untuk keduakalinya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan manajemen sekolah yang digelar...',300)" onMouseOut="toolTip()">31 Kepsek Belajar Sistem Manajemen Sekolah |
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 6
|