| PASERKAB, 07-07-2009 00:00:00 WITA
Setiap malam suasana Simpang Pait, Pait I, Tajur dan beberapa desa lainnya di Kecamatan Long Ikis, sepi dan mencekam. Sebagian besar warga memilih tidak keluar dari rumah, tetapi dengan perasaan tidak tenang, takut rumah mereka disambangi kawanan perampok.
Akibat ulah kawanan rampok itu juga, sebagian warga terutama pria dewasa setiap malam melaksanakan Siskamling. Peralatan yang dibawa untuk berpatroli di sekitar lingkungan mereka antra lain parang dan senjata tajam lainnya.
Seperti diungkapkan Arif, warga Long Ikis. Menurutnya, karena ada keperluan, ia pulang sedikit lebih malam, pemandangan dan suasana sepi mencekam membuat ciut nyalinya. "Gila, Long Ikis makin mencekam, dimana-mana orang pada nenteng sajam, sulit membedakan siapa kawan dan siapa lawan," kata Arif.
Kondisi seperti ini menurut Arif hanya akan pulih apabila kawanan perampok berhasil ditangkap, sehingga warga sangat berharap aparat keamanan segera bertindak. Jika tidak, masyarakat akan terus dihantui rasa ketakutan didatangi kawanan perampok.
Seperti diberitakan, kawanan perampok telah membuat suasana warga masyarakat Long Ikis sejak dua pekan lalu mencekam. Keluarga H Madi di Simpang Pait adalah korban pertama perampokan, kemudian disusul dengan warga lainnya. Anehnya, warga yang dirampok berkutat di Simpang Pait, Pait I dan Tajur, apalagi kawanan perampok sepertinya tahu sasaran yang menyimpan uang tunai.
Hj Astaniah, warga Simpang Pait, tetangga H Madi mengatakan ada tujuh orang yang merampok rumah tetangganya. Semua kawanan rampok hanya mengenakan celana dalam dengan kain sarung diselempangkan ke bahu, sehingga korban yang dirampok bisa melihat wajah si pelaku. Tapi karena bukan warga Long Ikis, sehingga korban tidak mengenalnya.(TribunKaltim,05072009)
Dikirim oleh : (administrator)
|