| PASERKAB, 15-02-2008 00:00:00 WITA
Tim peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Pemkab Paser, Rabu (13/2), menjajaki kerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Kuningan, Jawa Barat. Apabila sudah ada Memorandum of Understanding (MoU) maka pemkab akan mengirim putra-putrinya belajar ke Stikes Kuningan.
Hal ini diungkapkan Wakil Bupati (Wabup) Paser HM Hatta Garit usai mengikuti presentasi dari Pengurus Yayasan Pendidikan Bhakti Husada Kuningan (YPBHK) yang menaungi lembaga pendidikan Stikes. "Andaikan kerjasama ini terjadi, bagaimana fasilitas pelengkap lainnya, seperti asrama, makan, minum dan transportasi siswa," kata Hatta.
Untuk itu Hatta meminta Pengurus YPBHK menjelaskan biaya pendidikan, termasuk fasilitas pelengkap lainnya sampai siswa selesai belajar. Pasalnya, pemkab memang ada rencana mencetak tenaga-tanaga kebidanan, sehingga program Diploma III Kebidanan Stikes yang kemungkinan akan dipilih.
"Stikes kan punya dua program studi, Diploma III Kebidanan dan Strata-1 (S1) Keperawatan. Nah, kita ingin tahu berapa biaya selama tiga tahun. Semuanya termasuk biaya asrama, buku, makan, minum, transportasi dan lainnya untuk satu siswa," pinta Hatta.
Menanggapi permintaan Ketua Tim Peningkatan SDM Paser ini, Bendahara YPBHK Oom Rohmah mengatakan, biaya untuk program pendidikan kebidanan sebesar Rp 50 juta/siswa. Namun, jika termasuk biaya pemondokan dan lainnya, maka biaya keseluruhannya sekitar Rp 80 juta/siswa.
Bukan yang Pertama
RENCANA kerjasama pendidikan dengan perguruan tinggi luar daerah, bukan yang pertama bagi Pemkab Paser. Pasalnya, pada 2007, pemkab mengirim 80 lulusan SLTA untuk ikut program Diploma III Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PDSD) Jurusan Pendidikan Jasmani di Yogyakarta, dan masih banyak lagi yang lain.
Menurut Kasubag Agama, Pendidikan dan Kebudayaan Bagian Kesra Setda Paser H Suwardi SH Msi, program pendidikan luar daerah ini menelan biaya Rp 9 miliar. Rp 6 miliar di antaranya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2007, sisanya di APBD 2006.
Menurut Ketua DPRD Paser HM Mardikansyah, karena program pendidikan Diploma III selama tiga tahun, maka mau tidak mau APBD 2008 harus mengalokasikan dana Rp 6 miliar. "Semua biaya pendidikan mereka di luar daerah kan ditanggung APBD, sekarang mereka masih belajar, Dewan terpaksa menyetujui pengalokasiannya," kata Mardikansyah.(Tribun Kaltim,15022008)
Dikirim oleh : (administrator)
|