 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 2 Kali |
|
|
 | Penyertaan Modal ke ABDN Diduga Fiktif |
| PASERKAB, 01-06-2009 00:00:00 WITA
Berdasarkan Laporan Keuangan Daerah (LKD) Pemkab Paser tahun 2006, PT Bintang Abdi Dharma Nusantara (BADN) mendapat penyertaan modal dari Pemkab Paser sebesar Rp 400 juta. Penyertaan modal itu untuk setoran dana operasional PT BADN.
Belakangan muncul perbincangan hangat di kalangan tertentu yang menduga bahwa penyertaan modal ke PT BADN adalah fiktif. Namun pada tahun anggaran 2007, PT BADN kembali mendapatkan alokasi anggaran dari Pemkab dengan besaran Rp 400 juta.
Sementara, anggota DPRD Paser mengaku tidak mengetahui adanya penyertaan modal Pemkab ke PT BADN pada 2006 dan 2007. "Setahu saya, tidak pernah Tim Panggar Eksekutif (Pemkab Paser) membahas penyertaan modal kepada perusahaan PT BADN itu," kata HM Aksa Arsyad, anggota DPRD Paser.
Menurutnya, sampai kini penyertaan modal Pemkab Paser hanya kepada PDAM Kabupaten Paser dan Perusda Daya Prima. "Selain itu tidak ada. Dan Perda yang kita buat selama ini hanya untuk kedua perusahaan itu," tegas Aksa.
Menurut Aksa, muncul atau hilangnya sebuah mata anggaran di Kabupaten Paser bukanlah hal yang aneh lagi. "Dan hal itu selalu kita stressing dalam setiap kali rapat pembahasan anggaran. Tetapi nampaknya penekanan kita tersebut terkesan tidak berarti," sambungnya.
Hal senada diungkapkan anggota Komisi I DPRD Paser HM Rasidi, diketahui bahwa mekanisme untuk mengeluarkan Perda tentang pernyertaan modal cukup panjang. Dia mengetahui penyertaan modal selama ini khususnya tahun anggaran 2006 dan 2007 hanya kepada PDAM dan Perusda Daya Prima.
"Sampai sejauh ini, saya tidak pernah mengetahui kalau ada penyertaan modal ke perusahaan swasta yang dimaksud. Setahu saya, kita tidak pernah mengetahui penyertaan modal kepada perusahaan swasta lain, selain PT Agro Bintang Dharma Nusantara (ABDN)," ujar Rasidi penuh tanda tanya.
Pihak manajemen PT ABDN melalui Manajer Kemitraan Yakat Ali, saat dikonfirmasi membantah bahwa PT ABDN mendapat suntikan dana berupa penyertaan modal pada tahun 2006 dan 2007, kecuali penyertaan modal pada tahun 2002 sebesar Rp 5,5 miliar.
"Begini, seperti yang telah kita ketahui bersama PT ABDN mendapat penyertaan modal dari
Pemkab Paser di tahun 2002 sebesar Rp 5,5 miliar untuk membangun Pabrik Pengolah Kelapa Sawit (PPKS) di Pekasau Kecamatan Kuaro, setelah itu kita tidak pernah menerima penyertaan modal lagi," tandasnya.(TribunKaltim,31052009)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA : 11-02-2012 - | Badan Urusan Logistik (Bulog) menggunakan data PPLS dan BPS sebagai acuan menyalurkanRaskin (Beras Miskin) 2012. Sementara untuk teknis penyalurannya, bulog tetap menggunakan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Raskin Menumpuk di Gudang |
11-02-2012 - | Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus berbenah untuk bisa menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Kapolres Paser AKBP Ismahjuddin Sik, Msi di depan ratusan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Polri Harus Anti Kekerasan |
11-02-2012 - | Bagi warga Tana Paser yang ingin ikut Jalan Sehat Ceria (JSC) Kaltim Post, Minggu (19/2) nanti, sepertinya harus cepat-cepat jika tak ingin kehabisan tiket. Pasalnya,...',300)" onMouseOut="toolTip()">Aksi Borong Tiket Makin Gencar |
11-02-2012 - | PT Asuransi Kesehatan (Askes) baru-baru ini melaksanakan sosialisasi penyegaran kembali pelayanan kesehatan, antara lain pelayanan rawat jalan,rawat inap, dan rawat...',300)" onMouseOut="toolTip()">Askes Gelar Sosialisasi Pelayanan Kesehatan |
11-02-2012 - | Sungguh beruntung para kepala sekolah di Kecamatan Kuaro dan Batu Sopang. Mereka untuk keduakalinya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan manajemen sekolah yang digelar...',300)" onMouseOut="toolTip()">31 Kepsek Belajar Sistem Manajemen Sekolah |
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 7
|