 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 2 Kali |
|
|
 | Masyarakat Terancam Kelaparan? |
| PASERKAB, 27-10-2009 00:00:00 WITA
Penertiban illegal mining oleh Polres Paser, khususnya pendulangan emas tradisional Polres Paser di Batu Sopang dan Muara Komam, memunculkan kabar bahwa ribuan orang di daerah itu terancam kelaparan. Hal tersebut diakibatkan berhentinya aktifitas masyarakat yang telah dilakoni secara turun temurun karena takut ditangkap oleh polisi.
Pernyataan ini disampaikan oleh Tamjid mewakili masyarakat pendulang Muara Komam dan Abdul Kani mewakili masyarakat Batu Sopang ketika menghubungi HM Aksa Arsyad, anggota DPRD Paser dari Dapil II (Kuaro, Batu Sopang, Muara Komam, Muara Samu).
"Di Muara Komam, sedikitnya 250 KK (kepala keluarga, Red) dan di Batu Sopang 150 KK menggantungkan hidupnya melalui kegiatan pendulangan emas tradisional. Jika rata-rata mereka memiliki tanggungan 5 orang, maka ada sekitar 2.000 orang terancam kelaparan," papar Tamjid.
Terhadap masalah dimaksud, Aksa mengatakan bahwa kondisi serupa pernah terjadi 2006 lalu, di mana polisi melaksanakan penegakan hukum terhadap illegal mining di wilayah hukum Kabupaten Paser. Termasuk di Komam, Busui dan Batu Kajang. "Bahkan ada pertemuan di aula Kecamatan Muara Komam yang dihadiri oleh Pemkab Paser beserta unsur Muspika Muara Komam," jelas Aksa.
Salah satu butir kesepakatan itu adalah Pemkab Paser melalui Dinas Perkebunan (sekarang Dinas Pertanian dan Perkebunan, Red) akan membantu pengadaan kebun karet atau sawit minimal 2 hektare per KK. Hal ini adalah solusi dari pengalihan kegiatan masyarakat dari pendulangan yang sarat pencemaran ke perkebunan yang ramah lingkungan.
"Realisasi dari kesepakatan tersebut saya belum tahu karena menjadi kerjaan Pemkab Paser. Kalau rencana tersebut sudah terealisasi berarti usia tanaman sudah mencapai 3 tahun. Mungkin tanaman sawit sudah mulai berbuah dan sebentar lagi akan panen. Cuma kalau karet masih menunggu tiga tahun lagi," lanjutnya.
Tetapi kalau belum terealisasi sama sekali menurut Aksa, berarti Pemkab Paser tidak perduli dengan masyarakat dan tentu harus bertanggung jawab jika terjadi kelaparan yang berimplikasi terhadap masalah sosial termasuk Kamtibmas, putus sekolah, dan yang lainnya.(KaltimPost,26102009)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA : 11-02-2012 - | Badan Urusan Logistik (Bulog) menggunakan data PPLS dan BPS sebagai acuan menyalurkanRaskin (Beras Miskin) 2012. Sementara untuk teknis penyalurannya, bulog tetap menggunakan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Raskin Menumpuk di Gudang |
11-02-2012 - | Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus berbenah untuk bisa menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Kapolres Paser AKBP Ismahjuddin Sik, Msi di depan ratusan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Polri Harus Anti Kekerasan |
11-02-2012 - | Bagi warga Tana Paser yang ingin ikut Jalan Sehat Ceria (JSC) Kaltim Post, Minggu (19/2) nanti, sepertinya harus cepat-cepat jika tak ingin kehabisan tiket. Pasalnya,...',300)" onMouseOut="toolTip()">Aksi Borong Tiket Makin Gencar |
11-02-2012 - | PT Asuransi Kesehatan (Askes) baru-baru ini melaksanakan sosialisasi penyegaran kembali pelayanan kesehatan, antara lain pelayanan rawat jalan,rawat inap, dan rawat...',300)" onMouseOut="toolTip()">Askes Gelar Sosialisasi Pelayanan Kesehatan |
11-02-2012 - | Sungguh beruntung para kepala sekolah di Kecamatan Kuaro dan Batu Sopang. Mereka untuk keduakalinya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan manajemen sekolah yang digelar...',300)" onMouseOut="toolTip()">31 Kepsek Belajar Sistem Manajemen Sekolah |
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 6
|