 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 2 Kali |
|
|
 | Pupuk Subsidi untuk Kelompok Tani |
| PASERKAB, 14-10-2009 00:00:00 WITA
Penyaluran pupuk bersubsidi perdana kepada rakyat diserahkan KUD Margo Rukun Desa Kayungo IA Kecamatan Long Ikis bekerja sama Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA). Hadir dalam penyerahan itu, Asisten II Sekkab Paser Herwati, Camat Long Ikis, serta kelompok tani di Long Ikis, Kamis (8/10).
Herwati mengharapkan para petani dapat mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi supaya tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak berhak.
"Kegiatan ini menandakan KUD penyalur makin mendekatkan diri kepada petani. Diharapkan petani yang mempunyai lahan maksimum 2 hektare tergabung dalam kelompok tani dan dapat terlayani pupuk bersubsidi. Sehingga kesejahteraan petani dapat ditingkatkan," kata Herwati.
"Pupuk merupakan kebutuhan pokok bagi petani, kebutuhan yang tidak dapat ditawar-tawar dalam proses budidaya tanaman dalam menghasilkan produksi yang sebaik-baiknya," lanjut Herwati.
Dia memaparkan, pupuk merupakan komponen dari satu sub sistem dalam sistem agribisnis secara menyeluruh. Berdasarkan literatur, sistem agribisnis terdiri empat sub sistem yaitu sub sistem sarana produksi (misalnya; ketersediaan alsintan & pupuk), budidaya (kemampuan petani menerapkan teknologi budidaya), pengolahan hasil (kemampuan petani mengolah hasil pertanian) dan pemasaran (harga pasar produk pertanian). Keempat sub sistem tersebut haruslah terintegrasi satu sama lain dan didukung lembaga-lembaga pemerintah dan nonpemerintah.
Oleh karena itu, Dinas Pertanian atau lembaga penyuluhan daerah harus membina dan membimbing petugas penyuluh serta melakukan kegiatan pelatihan dan kunjungan kepada kelompok tani secara periodik dan berkesinambungan serta menyosialisasikan tentang peraturan mengenai ketentuan penyaluran pupuk bersubsidi secara tertutup, sehingga petani memahami dan melaksanakan penyusunan rencana dasar kebutuhan kelompok (RDKK).
"Memang, kebutuhan pupuk untuk sektor pertanian dapat diketahui dengan menggunakan RDKK, oleh karena itu, untuk mendapatkan kebutuhan pupuk yang tepat data RDKK tersebut harus valid sehingga alokasi pupuk bersubsidi dapat dipenuhi," sebutnya. Sementara itu Ketua KTNA Kabupaten Paser Fahrijal menyampaikan, KTNA di sepuluh kecamatan dan koprasi telah menyalurkan pupuk bersubsidi 180 ton dalam empat bulan.(KaltimPost,13102009)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA : 11-02-2012 - | Badan Urusan Logistik (Bulog) menggunakan data PPLS dan BPS sebagai acuan menyalurkanRaskin (Beras Miskin) 2012. Sementara untuk teknis penyalurannya, bulog tetap menggunakan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Raskin Menumpuk di Gudang |
11-02-2012 - | Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus berbenah untuk bisa menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Kapolres Paser AKBP Ismahjuddin Sik, Msi di depan ratusan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Polri Harus Anti Kekerasan |
11-02-2012 - | Bagi warga Tana Paser yang ingin ikut Jalan Sehat Ceria (JSC) Kaltim Post, Minggu (19/2) nanti, sepertinya harus cepat-cepat jika tak ingin kehabisan tiket. Pasalnya,...',300)" onMouseOut="toolTip()">Aksi Borong Tiket Makin Gencar |
11-02-2012 - | PT Asuransi Kesehatan (Askes) baru-baru ini melaksanakan sosialisasi penyegaran kembali pelayanan kesehatan, antara lain pelayanan rawat jalan,rawat inap, dan rawat...',300)" onMouseOut="toolTip()">Askes Gelar Sosialisasi Pelayanan Kesehatan |
11-02-2012 - | Sungguh beruntung para kepala sekolah di Kecamatan Kuaro dan Batu Sopang. Mereka untuk keduakalinya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan manajemen sekolah yang digelar...',300)" onMouseOut="toolTip()">31 Kepsek Belajar Sistem Manajemen Sekolah |
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 6
|