Home » publikasi »
 
PUBLIKASI
Halaman ini dibaca : 2 Kali
small fontmedium fontlarge font

Desa Siaga Dikembangkan Ke Seluruh Indonesia

PASERKAB, 16-02-2008 00:00:00 WITA

Menurut rencana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menyerukan dikembangkan Desa Siaga di seluruh Wilayah Indonesia pada Desember 2006 di Kab. Lumajang Jawa Timur menandai puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-42. Dipilihnya Kab. Lumajang sebagai tempat diselenggarakan puncak peringatan HKN, karena Lumajang telah berhasil mempelopori berkembangnya Desa Siaga melalui Gerakan Mambangun Masyarakat Desa (Gerbangmas).
Demikian Menteri Kesehatan Dr. Siti Fadilah Supari, Sp. JP (K) pada apel bendera memperingati HKN ke-42 tanggal 13 November 2006 di halaman upacara Depkes Jakarta yang diikuti pejabat dan karyawan Depkes RI.
Menkes menambahkan, pada saat itu juga akan diresmikan terbentuknya Regionalisasi Pusat Bantuan Penanganan Krisis Kesehatan Akibat Bencana di 9 provinsi yaitu Sumatera Utara, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimanten Selatan, Bali, Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan. Pembentukan pusat-pusat bantuan ini akan sangat mendukung pengembangan Desa Siaga, karena mereka akan dapat berperan sebagai rujukan dan bantuan bagi masyarakat desa.
Desa Siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan, bencana dan kegawatdaruratan kesehatan secara mandiri. Sebuah Desa dikatakan menjadi desa siaga apabila desa tersebut telah memiliki sekurang-kurangnya sebuah Pos Kesehatan Desa (Poskesdes).
Poskesdes adalah Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dibentuk di desa dalam rangka mendekatkan/menyediakan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa. UKBM yang sudah dikenal luas oleh masyarakat yaitu Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), Warung Obat Desa, Pondok Persalinan Desa (Polindes), Kelompok Pemakai Air, Arisan Jamban Keluarga dan lain-lain.
Untuk dapat menyediakan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa, Poskesdes memiliki kegiatan :
* Pengamatan epidemiologi sederhana terhadap penyakit terutama penyakit menular yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan factor resikonya termasuk status gizi serta kesehatan ibu hamil yang beresiko.
* Penanggulangan penyakit, terutama penyakit menular dan penyakit yang berpotensi menimbulkan KLB serta factor resikonya termasuk kurang gizi.
* Kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana dan kegawatdarutan kesehatan.
* Pelayanan medis dasar sesuai dengan kompetensinya.
* Promosi kesehatan untuk peningkatan keluarga sadar gizi, peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), penyehatan lingkungan dan lain-lain.
Dengan demikian Poskesdes diharapkan sebagai pusat pengembangan atau revitalisasi berbagai UKBM yang ada di masyarakat desa. Dalam melaksanakan kegiatan tersebut, Poskesdes harus didukung oleh sumber daya seperti tenaga kesehatan (minimal seorang bidan) dengan dibantu oleh sekurang-kurangnya 2 orang kader.
Selain itu juga harus disediakan sarana fisik berupa bangunan, perlengkapan dan peralatan kesehatan serta sarana komunikasi seperti telepon, ponsel atau kurir.
Untuk sarana fisik Poskesdes dapat dilaksanakan melalui berbagai cara/alternatif yaitu mengembangkan Polindes yang telah ada menjadi Poskesdes, memanfaatkan bangunan yang sudah ada misalnya Balai Warga/RW, Balai Desa dan lain-lain serta membangun baru yaitu dengan pendanaan dari Pemerintah (Pusat atau Daerah), donatur, dunia usaha, atau swadaya masyarakat.
Gerbangmas merupakan inovasi dan kreativitas pengembangan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) oleh Kader-kader PKK setelah Tim Penggerak PKK Kab. Lumajang memperoleh penghargaan Menteri Kesehatan pada tahun 2004.
Pengembangan Posyandu yang bermula pada kesehatan, kemudian diperluas ke berbagai aspek kehidupan dengan mengajak sektor terkait dan masyarakat, tidak terkecuali dunia usaha masuk kedalam Gerbangmas. Sehingga terjadilah percepatan pembangunan sarana masyarakat seperti air bersih, jamban keluarga, dan lain-lain dengan fasilitasi berbagai sektor, maka muncullah koperasi jamban, dan usaha produktifi lainnya sehingga menaikkan status ekonomi masyarakat desa.
Konsep Gerbangmas telah mengantarkan pengembangan desa-desa yang semula bernuansa kesehatan sekarang menjadi desa-desa sejahtera dengan membangun berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Menurut Menkes, pada peringatan HKN ke-42, diupayakan pula untuk mempercepat gerakan pembangunan masyarakat desa melalui penggerakan para santri di pondok-pondok pesantren guna membangun Pensatren Sehat yang dimotori oleh Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) dan Mosholla Sehat. Presiden RI telah memberikan dana stimulan kepada 200 Pondok Pesantren di Jawa Timur untuk pembangunan Poskestren. Sedangkan Menteri Kesehatan telah mendorong gerakan pembangunan masyarakat dengan memberikan stimulan untuk sejumlah Musholla di Jawa Timur sehingga menjadi musholla sehat. Pemberian stimulan untuk Poskestren dan Musholla sehat ini akan terus dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya dan diperluas ke provinsi-provinsi lain.
Pada kesempatan tersebut Menkes juga menyerahkan piagam penghargaan masing-masing kepada dr. I. Nyoman Kandun, MPH, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Satyalancana Karyasatya 30 tahun), dr.Achmad Hardiman, SpKJ, MARS, Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular (Satyalancana Karyasatya 30 tahun), H.Rosadi Nazir, M.Sc, Direktur Poltekkes Jakarta II (Satyalancana Karyasatya 30 tahun), Arnita Febri, B.Ac, (Satyalancana Karyasatya 20 tahun), Supatmi (Satyalancana Karyasatya 10 tahun), dan Amita Fiska (Satyalancana Karyasatya 10 tahun). Sedangkan Piagam Tanda Penghargaan Bakti Karya Husada Triwindu dan Dwi Windu diserahkan kepada Drs.T.Bahdar Johan Hamid, Drg.Ninin Setyaningsih, MM, Drs.H.Asmawi Thoha, MM, dan Yedi.
Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Setjen Depkes RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-522 3002 atau alamat e-mail puskom.depkes@gmail.com.
Sumber: Website Departemen Kesehatan RI


Dikirim oleh : (administrator)



   BERITA LAINNYA :
11-02-2012 -Badan Urusan Logistik (Bulog) menggunakan data PPLS dan BPS sebagai acuan menyalurkanRaskin (Beras Miskin) 2012. Sementara untuk teknis penyalurannya, bulog tetap menggunakan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Raskin Menumpuk di Gudang
11-02-2012 -Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus berbenah untuk bisa menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Kapolres Paser AKBP Ismahjuddin Sik, Msi di depan ratusan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Polri Harus Anti Kekerasan
11-02-2012 -Bagi warga Tana Paser yang ingin ikut Jalan Sehat Ceria (JSC) Kaltim Post, Minggu (19/2) nanti, sepertinya harus cepat-cepat jika tak ingin kehabisan tiket. Pasalnya,...',300)" onMouseOut="toolTip()">Aksi Borong Tiket Makin Gencar
11-02-2012 -PT Asuransi Kesehatan (Askes) baru-baru ini melaksanakan sosialisasi penyegaran kembali pelayanan kesehatan, antara lain pelayanan rawat jalan,rawat inap, dan rawat...',300)" onMouseOut="toolTip()">Askes Gelar Sosialisasi Pelayanan Kesehatan
11-02-2012 -Sungguh beruntung para kepala sekolah di Kecamatan Kuaro dan Batu Sopang. Mereka untuk keduakalinya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan manajemen sekolah yang digelar...',300)" onMouseOut="toolTip()">31 Kepsek Belajar Sistem Manajemen Sekolah

   CARI ARSIP BERITA :
Tanggal       Bulan       Tahun     


Kembali ke halaman semula
   
Kembali atas halaman ini

 

Berita Terbaru

Berita Populer


Tamu Online : 7
       

Serba-Serbi

Download File

Gallery Foto & Peristiwa

Danau Buatan
taman mawar at the night
Masjid Agung Paser
Masjid Agung Paser
Masjid Agung Paser

Hak Cipta © 2009 Pemerintah Kabupaten Paser
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
Jl. Sultan Ibrahim Khaliluddin Telp (0543) 21233, 21236 Fax. (0543) 21427 Tanah Grogot

Halaman ini terbuka dalam waktu : 0.004292 Detik