PASERKAB, 11-02-2012 11:22:54 WITA
Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus berbenah untuk bisa menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Kapolres Paser AKBP Ismahjuddin Sik, Msi di depan ratusan anggotanya mengungkapkan, saat ini, Polri dituntut untuk lebih profesional dan humanis dalam menyelesaikan konflik sosial yang ada di masyarakat.
Paparan yang diungkapkan Kapolres di gedung Awa Mangkuruku kemarin adalah hasil arahan Kapolda Kaltim Irjenpol Bambang Widaryatmo di hadapan Kapolres se-Kaltim setelah rapat pimpinan (Rapim) petinggi Polri dengan Presiden.
Dikatakan Kapolres, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta jajaran Polri harus peka mengenai masalah sosial masyarakat dan harus bisa menjadi fasilitator penyelesaian masalah hingga tak terjadi kekerasan hingga menimbulkan korban. Seperti kejadian Mesuji Lampung, maupun di Bima Nusa Tenggara Barat (NTB)
“Polisi harus menghindari penanganan masalah menggunakan cara-cara kekerasan dan harus bisa meningkatkan kinerja dengan mencari solusi yang humanis,” papar Kapolres. Diungkapkan pria ramah itu, polri harus modern dan bisa mengimbangi perkembangan pola pikir masyarakat yang semakin berkembang.
“Sekarang bawahan dibenarkan menentang perintah atasan jika memang tak perintah itu tak sesuai dengan misi Polri yang lebih mengedepankan tindakan preventif,” beber Kapolres.
Dalam kesempatan kemarin, Kapolres juga membacakan 10 poin komitemen bersama anggota Polri yang berdedikasi sebagai pelayan prima masyarakat, anti KKN dan anti kekerasan yang diikuti semua anggota Polres Paser.
Dikirim oleh : (admin)
|