 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 1 Kali |
|
|
 | Kepedulian Perusahaan Minim |
| PASERKAB, 24-02-2008 00:00:00 WITA
Bupati Paser HM Ridwan Suwidi tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap sikap sejumlah perusahaan yang ada di daerah ini. Baik perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, perkebunan maupun sektor lainnya yang beroperasi di wilayah bumi ?Daya Taka?.
Kekecewaan orang nomor satu di kabupaten yang terletak paling selatan di wilayah Provinsi Kaltim itu terungkap saat berlangsung acara silaturahmi Pembangunan Sumber Daya Alam yang dirangkai dengan sosialisasi pelaksanaan Musyabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXX Tingkat Provinsi Kaltim 2008 di Pendopo Kabupaten, Kamis (21/2) kemarin.
Pasalnya, dari 46 perusahaan yang diundang dalam acara yang juga dihadiri Wakil Bupati (Wabup) HM Hatta Garit, unsur Muspikab dan Ketua PN Tanah Grogot serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Paser, hanya 24 perusahaan yang berkenan datang menghadiri acara tersebut.
Ke-24 perusahaan yang datang memenuhi undangan resmi Bupati HM Ridwan Suwidi itu terdiri dari PT Kideco Jaya Agung, PT Bara Setiu, PT Tunas Muda Jaya, PT Telaga Mas, BFI, PT Tripi Sukses Abadi, PT Indo Karya, PT Buana, PT Pradiksi, PT Semabangun, PTPN XIII, PT Saraswanti, PT Agro Inti Kencana, PT Borneo Indah Jaya, PT Petit Jaya, PT Bumi Mulya Makmur Lestari, PT Rizki, PT Super Tekhnik, PT Inhutani II dan PT Multi Jayantara.
Selain itu yang disayangkan, rata-rata hanya perwakilan, sehingga apa yang diharapkan pada pertemuan yang dirangkai dengan jamuan makan siang itu tidak bisa tercapai, mengingat perwakilan perusahaan yang hadir bukan pengambil keputusan.
Hal itu disampaikan langsung para perwakilan perusahaan ketika secara bergiliran diminta Wabup HM Hatta Garit untuk menyampaikan pernyataan dukungan, hanya ada 2 dari 24 perusahaan yang menyatakan kesiapan menyumbang dana untuk mendukung pelaksanaan MTQ se Kaltim, awal Mei 2008 mendatang di Tanah Grogot.
Sementara yang lainnya, meski menyatakan mendukung penuh dan siap menyukseskan kegiatan MTQ tersebut, namun belum berani menyebutkan kepastian dukungan dimaksud, sebab masih harus berkoordinasi dengan pimpinan atau direksi perusahaan yang rata-rata berada di Jakarta.
Bupati HM Ridwan Suwidi yang sempat menyatakan keprihatinan mengatakan, kalau tidak ada paksaan untuk hadir dalam acara ini, tapi semata-mata hanyalah dasar keikhlasan sebagai refleksi dari diri sebagai bagian dari masyarakat di daerah ini demi suksesnya satu kegiatan yang pelaksanaannya dipercayakan kepada masyarakat Paser.
?Yang terpenting adalah keikhlasan dalam diri kita, tidak ada paksaan,? ungkap Bupati Ridwan Suwidi dengan nada prihatin seraya mengingatkan para perusahaan agar tidak perlu memaksakan diri memberi bantuan, kalau nilai bantuan yang diberikan itu hanya Rp 1 hingga Rp 5.(Kaltim post,22022008)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA :
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 7
|