Pengadaan Bajaj Tidak Gunakan APBD | |||||||||||
Isu kedatangan armada angkutan umum berupa mobil kancil menjadi bahan pembicaraan warga setempat. Dikabarkan, sejumlah pegawai/sopir di lingkungan Pemkab Paser sudah berangkat ke Balikpapan untuk menjemput mobil tersebut. Asisten II Bidang Pembangunan Ekonomi dan Kesra Setda Paser Hj Herawati SE saat dikonfirmasi membenarkan penjemputan itu. Hanya saja, ia tidak berani memastikan apakah kancil atau bajaj, sebab barangnya belum tiba di Tanah Grogot. "Sebenarnya, Rabu (16/4) lalu sudah tiba, tapi karena kesulitan transportasi, sehingga ada sedikit keterlambatan, sebab barangnya kan dimuat di dalam peti kemas dari Jakarta ke terminal kontainer pelabuhan Balikpapan," kata Herawati, Minggu (20/4). Setelah itu lanjut Herawati, baru dibawa ke Tanah Grogot lewat jalan darat, sehingga perlu tenaga/sopir yang menjalankannya. Karena jumlahnya ada 15 unit, tentunya iring-iringan kendaraan tersebut perlu mendapatkan pengawalan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Paser. "Nah, sampai sekarang saya belum tahu perkembangannya, apakah kapal yang mengangkut 15 unit bajaj atau kancil itu sudah tiba di pelabuhan Balikpapan atau tidak. Untuk pengadaan sarana transportasi ini, sama sekali tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tetapi partisipasi pengusaha yang peduli dengan perkembangan jasa transportasi di Paser," jelasnya. Namun pengusaha juga tidak memberi secara gratis. Artinya, siapa yang berminat harus menganti Rp 35 juta/unit. Untuk itu, Pemkab mengajak Organisasi Gabungan Angkutan Darat (Organda) Paser sebagai penghubung antara pengusaha dan calon pemilik. "Cara pembayarannya tergantung kesepakatan antara mereka, kita hanya memfasilitasi. Begitu pula dengan rute pelayanan angkutan umum ini, nanti akan ada kesepakatan bersama, biar tidak rebutan. Yang jelas, dengan armada angkutan umum ini kita berharap dapat meningkatkan pelayanan jasa transportasi," harapnya. Heriansyah: Selasa Pagi Tiba di Grogot KEPALA Dishub Kabupaten Paser Drs Heriansyah Idris Msi menegaskan, armada angkutan umum yang akan tiba di Tanah Grogot adalah bajaj. Saat ini, 15 unit bajaj itu dalam perjalanan menuju Balikpapan dan diperkirakan akan tiba malam ini (Minggu,20/4, red). "Bukan kancil, tapi bajaj. Kita yang bertugas mengawalnya dari Balikpapan ke Tanah Grogot, tapi sementara ini kapal yang mengangkut 15 unit bajaj itu belum merapat di pelabuhan. Namun, jika malam ini sampai, maka paling lambat Selasa pagi (22/4) sudah sampai di Tanah Grogot," kata Heriansyah. Terkait dengan izin operasional dan izin trayek, Dishub siap memberikannya setelah Bupati Paser HM Ridwan Suwidi menyetujui izin prinsip angkutan tersebut. "Kita baru bisa memberikan izin trayek dan izin operasional setelah keluar izin prinsip dari bupati. Ini perlu disambut positif, demi meningkatkan pelayanan transpotasi kepada masyarakat," tambahnya.(TribunKaltim,21042008) Dikirim oleh : (administrator) | |||||||||||
BERITA LAINNYA :
| CARI ARSIP BERITA : |
