 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 1 Kali |
|
|
 | Distributor Migor Bersubsidi Belum Ada |
| PASERKAB, 00-00-0000 00:00:00 WITA
Apabila Pemkab Paser jadi mengambil jatah minyak goreng (Migor) bersubsidi, maka pemkab bukan hanya mendukung biaya operasional, tetapi juga harus mengkoordinasikan perangkat kecamatan dan desa agar migor sampai ke tangan yang berhak.
Menurut Drs Kornel Simamura, Kabid Usaha Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Paser hal itu merupakan konsekuensi dari sebuah keputusan yang akan diambil kepala daerah.
"Jika nanti bupati memutuskan mengambil jatah migor bersubsidi, maka kita siap menyalurkannya kepada keluarga miskin (Gakin). Namun karena mereka tersebar di desa-desa sehingga penyalurannya akan memerlukan biaya," kata Kornel, Rabu (12/3).
Penyaluran migor bersubsidi menurut Kornel, tidak berbeda dengan penyaluran beras miskin (Raskin), apalagi penerima migor bersubsidi menggunakan data penerima raskin. Hanya saja, penyaluran migor belum memiliki tahapan-tahapan distribusi seperti raskin, sehingga teknis penyaluran migor perlu diformulasikan.
Karena ada 24.459 gakin yang tersebar di wilayah Kabupaten Paser. Mereka sebagian besar tinggal cukup jauh dari kantor kecamatan, bahkan ada desa yang hanya bisa dijangkau dengan perahu/kapal. Tapi mengapa raskin bisa menjangkau mereka? Itu karena distribusi raskin sudah berjalan dengan baik.
"Kantor Seksi Logistik Paser menyalurkan raskin ke kecamatan-kecamatan, perangkat desa kemudian mengambil ke kantor kecamatan untuk selanjutnya disalurkan kepada gakin. Jadi teknis penyaluran raskin sudah berjalan baik, sedangkan migor baru direncanakan akan diambil," jelasnya.
Yang perlu dipikirkan juga, lanjut Kornel, pemerintah pusat mensubsidi migor Rp 2.500/liter dari harga jual migor di distributor. Jadi, jika harga dari distributor penyalur migor sebesar Rp 7.000/liter, maka gakin hanya perlu membeli migor dengan harga Rp 4.500/liter.
Namun kata Kornel, penyalur migor setingkat distributor belum ada di Paser. Migor yang ada dipasaran didatangkan pedagang lokal dari distributor di Samarinda atau Balikpapan. Jadi, harganya lebih mahal dari harga distributor, kecuali ada distributor yang mau membiayai angkos angkut produknya dari Balikpapan ke Tanah Grogot.
"Tapi saya rasa tidak ada yang mau, orientasi mereka adalah bisnis, sehingga pemkab lah yang mungkin akan membiayai ongkos kirim itu apabila jatah itu jadi diambil. Selain itu, biaya distribusi ke desa-desa juga harus dipikirkan," ungkapnya. (aas)
Harga Beras Turun Rp 20.000/25Kg
Apabila harga migor curah dan kemasan masih bertahan pada kisaran Rp 7.500/liter dan Rp 9.000/botol, maka harga beras medium (sedang) menurut Kasi Pengadaan dan Penyaluran Disperindagkop Paser Jainuddin, malah turun dari Rp 120.000/25 kilogram (Kg) menjadi Rp 110.000/25 Kg.
Bahkan jika dibandingkan dengan dua minggu sebelumnya, lanjut Jainuddin, harga beras malah turun sebesar Rp 20.000. "Kemarin harga beras sempat menyentuh Rp 130.000/25 Kg, kemudian turun Rp 5.000, minggu berikutnya turun Rp 5.000 dan terakhir turun lagi Rp 10.000, sehingga sekarang harganya menjadi Rp 110.000/25 Kg," kata Jainuddin.
Hanya saja, tambah Jainuddin, beras yang turun itu khusus produksi Sulawesi, sedangkan beras lainnya masih menggunakan harga sebelumnya. "Dari sana (Sulawesi, red) sudah turun, sehingga pedagang lokal yang mendatangkan beras itu menjualnya dengan harga yang lebih murah," ungkapnya.(TribunKaltim,13032008)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA : 11-02-2012 - | Badan Urusan Logistik (Bulog) menggunakan data PPLS dan BPS sebagai acuan menyalurkanRaskin (Beras Miskin) 2012. Sementara untuk teknis penyalurannya, bulog tetap menggunakan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Raskin Menumpuk di Gudang |
11-02-2012 - | Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus berbenah untuk bisa menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Kapolres Paser AKBP Ismahjuddin Sik, Msi di depan ratusan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Polri Harus Anti Kekerasan |
11-02-2012 - | Bagi warga Tana Paser yang ingin ikut Jalan Sehat Ceria (JSC) Kaltim Post, Minggu (19/2) nanti, sepertinya harus cepat-cepat jika tak ingin kehabisan tiket. Pasalnya,...',300)" onMouseOut="toolTip()">Aksi Borong Tiket Makin Gencar |
11-02-2012 - | PT Asuransi Kesehatan (Askes) baru-baru ini melaksanakan sosialisasi penyegaran kembali pelayanan kesehatan, antara lain pelayanan rawat jalan,rawat inap, dan rawat...',300)" onMouseOut="toolTip()">Askes Gelar Sosialisasi Pelayanan Kesehatan |
11-02-2012 - | Sungguh beruntung para kepala sekolah di Kecamatan Kuaro dan Batu Sopang. Mereka untuk keduakalinya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan manajemen sekolah yang digelar...',300)" onMouseOut="toolTip()">31 Kepsek Belajar Sistem Manajemen Sekolah |
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 8
|