| PASERKAB, 25-05-2009 00:00:00 WITA
Persatuan Sepakbola Paser (Persipas) telah dipastikan lolos ke Divisi II PSSI. Namun informasi ini belum diketahui banyak orang Paser. Menurut pelatih Persipas Andi Salman, hanya segelintir orang Paser yang mengetahui kabar gembira itu, sehingga sangat sedikit yang mengetahui prestasi yang berhasil diraih Persipas.
"Saya ikut merasa bangga Persipas lolos Divisi II, tapi mestinya kita berbagi rasa syukur ini kepada seluruh masyarakat Paser. Mengapa? Karena Persipas mewakili Paser berlaga di tingkat nasional, bertanding dengan klub-klub sepak bola kabupaten/kota di Indonesia, tapi karena kurangnya publikasi sehingga hanya sedikit orang yang mengetahui," kata Salman, Sabtu (23/5).
Hanya saja, lolosnya Persipas ke Divisi II dibarengi dengan pembinaan kedalam. Dalam hal ini, Pengurus Cabang (Pengcab) PSSI Paser, tidak hanya fokus pada Persipas, tetapi juga membina klub- klub sepak bola di Paser lainnya untuk kesinambungan regenerasi atlet-atlet sepak bola di Paser.
Sama seperti kompetisi antar klub tingkat nasional, Paser mestinya ada kompetisi antar klub Divisi Utama, Divisi I, Divisi II, dan Divisi III. Nyatanya, sudah dua tahun ini kompetisi antar klub tingkat Kabupaten Paser tidak dilaksanakan, padahal kompetisi ini merupakan keharusan dan sudah menjadi kalender tetap PSSI.
Karena pembinaan kedalam tidak berjalan, lanjut Salman, tentunya akan menyebabkan berkurangnya kontribusi atlet daerah di dalam tim. Apabila hal ini tidak segera diperbaiki, lambat laun komposisi pemain di dalam tim akan lebih didominasi oleh atlet luar.
"Yang memperjuangkan Persipas lolos ke Divisi II adalah atlet-atlet Paser, sekarang sudah ada beberapa pemain yang diberhentikan karena faktor usia. Siapa penggantinya? Mestinya adik-adik mereka kan, bukan orang luar, kita beli pemain kan yang seperlunya saja," ujarnya.
Di samping akan menutup kesempatan atlet daerah untuk berkembang, pembelian pemain luar menurut Salman, juga akan menelan anggaran yang cukup besar, terutama menggaji pemain. Sementara gaji pemain yang membawa Persipas lolos ke Divisi II sempat tertunda pembayarannya, itupun tidak sesuai antara jumlah dengan yang dijanjikan.
"Pengurus Persipas kan sudah demisioner, penanganannya diambil alih Pengcab PSSI Paser, berkat usaha Pengcab lah Persipas lolos Divisi II. Yang kita sayangnya, tidak ada kontrak tertulis untuk pemain dan pelatih, sehingga yang dijanjikan sekian, tetapi dibayar sekian, kuitansi tanda terimanya pun tidak ada keterangan untuk pembayaran apa. Ini saya harap juga dibenahi," pintanya.
Disamping itu, Salman juga berharap adanya profesionalisme dan tranparansi, sehingga kepecayaan para pemain akan tetap terjaga, sehingga mereka pun termotivasi untuk membawa Persipas ke prestasi yang lebih tinggi lagi.(TribunKaltim,24052009)
Dikirim oleh : (administrator)
|