| PASERKAB, 24-03-2008 00:00:00 WITA
Kabupaten Paser mendapat jatah minyak goreng (Migor) bersubsidi sebanyak 22.900 liter. Meski demikian, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Paser Sudirman SE Msi, belum berani memastikan kapan pendistribusian migor kepada keluarga miskin (Gakin) direalisasikan.
"Kemarin kita rapat di provinsi, Paser mendapat jatah 22.900 liter dari 50.000 liter yang kita diusulkan. Nah, rencananya untuk penyaluran tahap pertama sebanyak 15.000 liter, kapan? Itu harus menunggu hasil pertemuan besok (hari ini, red)," kata Sudirman, Minggu (23/3).
Menurut Sudirman, pemerintah pusat mensubsidi Rp 2.500 untuk setiap liter migor yang dibeli oleh gakin dengan harga distributor. Artinya, jika harga migor dari distributor Rp 7.000/liter, maka gakin hanya perlu membayar Rp 4.500/liter, sedangkan sisanya dibayar pemerintah.
Masalahnya sekarang, lanjut Sudirman, distributor migor hanya ada di Balikpapan atau Samarinda, sedangkan di Paser kebutuhan migor didatangkan oleh pedagang lokal. Akibatnya, harga lebih mahal dari harga tingkat distributor, padahal migor bersubsidi harus dijual kepada gakin dengan harga distributor.
"Apakah distributor migor di Balikpapan atau Samarinda mau mendistribusikan produk mereka ke Paser dengan biaya sendiri? Kemungkinan besar tidak ada yang mau. Oleh karena itu, ongkos angkut migor dari Balikpapan atau dari Samarinda harus dibantu pemkab, begitu pula pendistribusiannya ke kecamatan-kecamatan," ulasnya.
Selain itu, tambah Sudirman, Paser mendapat jatah migor bersubsidi sebanyak 22.900 liter, sedangkan jumlah gakin di Paser berdasarkan data penyaluran beras miskin (Raskin) sebanyak 24.459 KK, sehingga kekurangannya juga perlu dibahas bersama.
"Senin (24/3) saya akan menghadap Bupati HM Ridwan Suwidi, untuk melaporkan semua ini. Nah, jika beliau setuju, maka penyaluran migor bersubsidi bisa segera dilaksanakan," ungkapnya. (24032008,TribunKaltim)
Dikirim oleh : (administrator)
|