 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 1 Kali |
|
|
 | "Jangan Ada Lagi Prasangka" |
| PASERKAB, 29-03-2008 00:00:00 WITA
Setelah mengadakan pertemuan sebanyak delapan kali yang difasilitasi oleh pemerintah Kabupaten Paser , pihak perusahaan dan nelayan mencapai kata sepakat mengenai ganti rugi julu togo yang ditabrak oleh kapal tugboat dengan tongkang butun di perairan Air Mati Kuaro 23 Februari lalu. Isi kesepakatan adalah tiga perusahaan memberikan gati rugi sebesar Rp 450 juta kepada 20 nelayan dari Air Mati.
Uang ganti rugi itu diserahkan kepada perwakilan nelayan H Asri di ruang rapat Sadurangas, Kamis (27/3) disaksikan oleh Bupati Paser HM Ridwan Suwidi, Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Hj Herwati SE, Kepala Dinas Perikanan Ir Ardiansyah dan kepala bagian perekonomian Ir Achmad Basuni. PT Mangkuvalas sebagai pemilik kapal dan PT Kideco Jaya Agung (KJA) masing-masing menyerahkan 175 juta, sedangkan sisanya yaitu 100 juta ditanggung oleh PT Maritim Barito Perkasa sebagai penyewa kapal.
Bupati Paser mengharapkan dengan adanya kesepakatan antara kedua belah pihak dan telah selesainya serah terima ganti rugi, tidak lagi pertentangan di antara keduanya. "Semoga tidak ada lagi prasangka buruk di antara nelayan, perusahaan dan pemerintah dan kesepakatan betul-betul keluar dari hati kita yang paling tulus untuk tidak memperpanjang masalah,"harap Ridwan Suwidi.
Ridwan menambahkan bahwa pemerintah tidak akan pernah berpangku tangan tinggal diam menyaksikan masyarakat berada dalam kesusahan. Pemerintah akan selalu turun tangan sebagai mediator di setiap persoalan yang dihadapi oleh masyarakat. Bupati mengajak masyarakat dan perusahaan untuk saling membantu memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah.
Pemerintah Kabupaten Paser melalui Dinas Perikanan juga akan melihat lanngsung kondisi julu milik para nelayan, sekali gus menentukan titik koordinat di perairan Teluk Adang.
Masalah tersebut berawal ketika sebuah tugboat tongkang butun kosong milik sub kontraktor PT KJA yaitu PT Mangkuvalas akan masuk ke pelabuhan Tanah Merah pada Sabtu (23/2) kira-kira pukul 03.00 dini hari. Setelah menabrak kapal tugboat sempat masuk ke Tanah Merah. Setelah dikonfirmasi, pihak PT Mangkuvalas mengatakan bahwa pada saat itu cuaca sedang buruk dan gelap sehingga mereka keluar dari jalur yang telah ditentukan. Dalam laporannya, ada 20 orang mengaku pemilik julu togo dan jumlah julu yang rusak sebanyak 27 unit.(KaltimPost,29032008)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA : 11-02-2012 - | Badan Urusan Logistik (Bulog) menggunakan data PPLS dan BPS sebagai acuan menyalurkanRaskin (Beras Miskin) 2012. Sementara untuk teknis penyalurannya, bulog tetap menggunakan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Raskin Menumpuk di Gudang |
11-02-2012 - | Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus berbenah untuk bisa menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Kapolres Paser AKBP Ismahjuddin Sik, Msi di depan ratusan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Polri Harus Anti Kekerasan |
11-02-2012 - | Bagi warga Tana Paser yang ingin ikut Jalan Sehat Ceria (JSC) Kaltim Post, Minggu (19/2) nanti, sepertinya harus cepat-cepat jika tak ingin kehabisan tiket. Pasalnya,...',300)" onMouseOut="toolTip()">Aksi Borong Tiket Makin Gencar |
11-02-2012 - | PT Asuransi Kesehatan (Askes) baru-baru ini melaksanakan sosialisasi penyegaran kembali pelayanan kesehatan, antara lain pelayanan rawat jalan,rawat inap, dan rawat...',300)" onMouseOut="toolTip()">Askes Gelar Sosialisasi Pelayanan Kesehatan |
11-02-2012 - | Sungguh beruntung para kepala sekolah di Kecamatan Kuaro dan Batu Sopang. Mereka untuk keduakalinya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan manajemen sekolah yang digelar...',300)" onMouseOut="toolTip()">31 Kepsek Belajar Sistem Manajemen Sekolah |
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 8
|