| PASERKAB, 02-04-2008 00:00:00 WITA
Tahun ini Pemkab Paser melalui Dinas Sosial (Dinsos) meluncurkan program bantuan kesejahteraan kepada 300 lanjut usia (lansia) atau jompo di Kabupaten Paser. Setiap lansia mendapatkan Rp 1.200.000/tahun, sehingga total dana bantuan kesejahteraan yang harus dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2008 sebesar Rp 360 juta.
Bantuan ini menurut Kasi Lanjut Usia dan Jompo Dinsos Sofyan Suri, dibagikan setiap tiga bulan sekali oleh 30 petugas sosial (relawan) yang tersebar di 10 kecamatan. "Rp 100.000/bulan selama satu tahun, tetapi pembagiannya dilakukan per triwulan, yakni Rp 300.000/orang," kata Sofyan, Selasa (1/4).
Sebenarnya lanjut Sofyan, jumlah lansia atau jompo di Kabupaten Paser berdasarkan data Dinsos ada lebih dari 1.000 orang, tetapi karena dana terbatas untuk 300 orang, sehingga bantuan ini lebih diprioritaskan kepada lansia yang benar-benar memerlukan. Misalnya, jompo telantar, miskin atau keluarganya tidak mampu.
Mengingat data tersebut merupakan hasil survei Dinsos 2007, sehingga perlu verifikasi data ke lapangan. Siapa tahu dari 1.000 lansia tersebut ada beberapa di antaranya yang sudah meninggal dunia, sehingga pembagian bantuan untuk lansia ini benar-benar tepat sasaran.
"Akurasi data ke lapangan sangat penting, tetapi lumayan berat. Untungnya kita dibantu oleh 30 relawan yang tersebar di 10 kecamatan, selanjutnya mereka juga yang akan menyalurkan dana bantuan itu kepada penerimanya. Tidak itu saja, mereka juga melayani/merawat lansia layaknya seorang perawat," jelasnya.
Namun untuk saat ini, tambah Sofyan, dana kesejahteraan untuk lansia belum bisa dipastikan kapan disalurkan, sebab pencairan dana ini menunggu selesainya verifikasi data. "Secepatnya, sekarang relawan-relawan sedang melakukan verifikasi data. Tidak hanya itu saja, mereka juga melakukan perawatan bagi lansia yang memerlukan bantuan mereka," tambahnya.
Iklas Membantu Sesama
TIGA dari 30 petugas sosial, Muhamad Musliman, Debri dan Purbaningsih, secara kebetulan bertemu Tribun di rumah Ijum, 80 dan Masnah, 70, di Tanah Grogot, Selasa (1/4) sekitar pukul 11.30. Saat itu, Debri dan Purbaningsih sedang membujuk Ijum untuk mandi, sedangkan Masnah masih tertidur pulas.
Menurut Musliman, tugas untuk merawat Ijum dan Masnah memang dilakukan oleh Debri dan Purbaningsih, sedangkan ia bertugas merawat empat atau lima lansia di sekitar Desa Tepian Batang, Kecamatan Tanah Grogot. "Saya di sini cuma menemani Derbi dan Purbaningsih, tentunya setelah menyelesaikan tugas saya," kata Musliman.
Menjadi relawan yang harus merawat lansia menurut Musliman, gambang-gampang susah. Selain harus sabar, relawan juga harus pintar membujuk, sebab di usia senja sifat dan tingkah laku mereka kembali seperti anak-anak.
"Anak-anak kalau disuruh mandi kan harus dibujuk. Nah, Nenek Ijum dan Masnah, baru mau mandi kalau dibujuk, banyak alasannya...dingin lah, masih pagi lah," tambah Derbi.
Baik Musliman, Derbi maupun Purbaningsih mengaku perlakuan khusus seperti, dimandikan dan lain-lain hanya untuk lansia yang tidak kuat lagi (lumpuh). Sedangkan untuk lansia yang relatif lebih sehat, mereka hanya memberikan bantuan sesuai kebutuhan lansia.
"Memang tugas ini berat, tapi sisi kemanusiaan lah yang mendorong kami untuk iklas melakukannya, siapa tahu dengan bantuan yang kami berikan dapat meringankan beban dan ketidakberdayaan sesama kita," ungkap Purbaningsih.(TribunKaltim,02042008)
Dikirim oleh : (administrator)
|