 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 2 Kali |
|
|
 | Nelayan dan Tukang Ojek Pilih di Rumah |
| PASERKAB, 21-05-2008 00:00:00 WITA
Kelangkaan BBM di Tanah Grogot dan sejumlah kecamatan di bumi Daya Taka Paser benar-benar membuat warga resah. Pasalnya, aktivitas sehari-hari terpaksa dikurangi. Bahkan, sejumlah nelayan di wilayah pantai, selama sepekan terakhir dilaporkan tak bisa lagi melaut karena kesulitan mendapatkan solar sebagai bahan baku mesin perahu mereka.
Hal serupa juga dialami penyedia jasa lainnya, seperti tukang ojek di beberapa kecamatan. Mereka memilih stop beroperasi akibat sulitnya mendapatkan premium atau bensin. Kalaupun ada yang dijual di pinggir jalan, harganya selangit mencapai Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu per liter.
"Kalau harga seliter Rp 10 ribu, terus penumpang harus bayar berapa? Daripada tak enak sama penumpang, mending istirahat ngojek,"ungkap Sarto, tukang ojek di Kecamatan Muara Komam prihatin.
Kalimat senada juga disampaikan sejumlah sopir angkot di Tanah Grogot yang memilih istirahat beroperasi dibanding harus menelan kerugian karena memaksakan diri penumpang. Apalagi, harga bensin eceran mencapai Rp 6 ribu hingga Rp 7 ribu per liter.
"Kami tidak mungkin menaikkan tarif, sebab bisa kena sanksi dari Dinas Perhubungan. Sementara kalau tarif tetap seperti biasa, kami juga tidak mungkin bisa beroperasi, karena untuk mendapatkan bensin eceran, harganya Rp 6 ribu per liternya," jelas sejumlah sopir angkot, senada.
Pernahkah beli premium di tepi jalan? Sejumlah tukang ojek dan sopir angkot mengaku, tidak ada jalan lain jika sepeda motor atau mobil mereka tetap ingin jalan. Pasalnya, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Tanah Grogot lebih banyak tutup dibanding buka. Sehingga mau tak mau mereka terpaksa lari ke pedagang eceran.
"Di Grogot hanya ada 2 SPBU. Andai SPBU yang ada masih mampu melayani kebutuhan masyarakat, jelas tidak ada persoalan. Tapi sekarang SPBU di Grogot lebih banyak tutup dibanding buka. Mau ke mana lagi mendapatkan bensin, selain ke pedagang eceran di pinggir jalan," kata beberapa pengemudi angkot kecewa.
Sejumlah warga Tanah Grogot berharap, pemerintah segera mengambil sikap terhadap rencana kenaikan harga BBM, sehingga distribusi bisa normal dan tak lagi terjadi antrean panjang.
"Kalau bisa, pemerintah segera mengumumkan kenaikan BBM, sehingga tidak lagi terjadi antrean panjang. Kami yakin, jika harga BBM sudah naik, tidak ada lagi antrean panjang di SPBU," harap warga.(KaltimPost,21052008)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA : 11-02-2012 - | Badan Urusan Logistik (Bulog) menggunakan data PPLS dan BPS sebagai acuan menyalurkanRaskin (Beras Miskin) 2012. Sementara untuk teknis penyalurannya, bulog tetap menggunakan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Raskin Menumpuk di Gudang |
11-02-2012 - | Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus berbenah untuk bisa menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Kapolres Paser AKBP Ismahjuddin Sik, Msi di depan ratusan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Polri Harus Anti Kekerasan |
11-02-2012 - | Bagi warga Tana Paser yang ingin ikut Jalan Sehat Ceria (JSC) Kaltim Post, Minggu (19/2) nanti, sepertinya harus cepat-cepat jika tak ingin kehabisan tiket. Pasalnya,...',300)" onMouseOut="toolTip()">Aksi Borong Tiket Makin Gencar |
11-02-2012 - | PT Asuransi Kesehatan (Askes) baru-baru ini melaksanakan sosialisasi penyegaran kembali pelayanan kesehatan, antara lain pelayanan rawat jalan,rawat inap, dan rawat...',300)" onMouseOut="toolTip()">Askes Gelar Sosialisasi Pelayanan Kesehatan |
11-02-2012 - | Sungguh beruntung para kepala sekolah di Kecamatan Kuaro dan Batu Sopang. Mereka untuk keduakalinya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan manajemen sekolah yang digelar...',300)" onMouseOut="toolTip()">31 Kepsek Belajar Sistem Manajemen Sekolah |
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 8
|