 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 2 Kali |
|
|
 | Jembatan Objek Wisata Doyam Turu Putus |
| PASERKAB, 25-05-2008 00:00:00 WITA
Untuk memudahkan para pengunjung objek wisata Doyam Turu menikmati keindahan alam, Pemkab Paser membangun beberapa jembatan yang hanya bisa dilewati para pengunjung dengan berjalan kaki. Namun salah satu jembatan itu sekarang putus, sehingga menyulitkan pengunjung untuk sampai ke sumber air terjun Doyam Turu.
Menurut Eduarni, Kasubdin Sarana Wisata Disparsenbud, dua jembatan lain dalam kondisi miring sebab tali baja yang menjadi tempat bergantung jembatan ditimpa pohon yang tumbang.
"Putus sama sekali, setidaknya ada 15 meter jembatan yang hilang. Penyebabnya mungkin dari derasnya arus air, jadi untuk sementara harus lewat bawah atau melalui sungai kecil, tentunya apabila air sungai sedang surut," kata Eduarni, Jumat (23/5).
Eduarni menjelaskan, pada Kamis (22/5) ia mendampingi Kadisparsenbud Paser berkunjung ke objek wisata Doyam Turu karena ada laporan warga tentang kondisi jembatan di lokasi wisata itu. Ternyata laporan masyarakat Desa Lempesu itu benar. Oleh karena itu, pihak Disparsenibud akan mengusulkan perbaikan fasilitas objek wisata itu dalam anggaran 2009 mendatang.
"Kami sudah ke sana dan melihat langsung kondisinya. Tapi karena jembatannya putus, kita lewat bawah, saat itu airnya tidak begitu deras dan dalam. Sebaliknya, kalau musim hujan, mungkin kita tidak akan sampai ke sumber air terjun dan melihat Goa Batulis yang dihuni ribuan kelelawar," tuturnya.
Bebatuan Bertingkat Tujuh
SEMENTARA Kepala Seksi Promosi Wisata Disparsenibud Paser Taufik Rizal mengatakan, objek wisata Doyam Turu bisa ditempuh dengan waktu kurang dari satu jam dari Tanah Grogot. Pasalnya, dengan kondisi sebagian jalan kurang bagus saja bisa ditempuh satu jam, apalagi kalau sudah diperbaiki.
"Jarak Desa Lempesu-Tanah Grogot hanya 27 kilometer (Km), tapi masih ada sebagian jalan yang berupa jalan tanah, tidak banyak permukaan jalan yang bergelombang, tetapi tetap saja kita harus hati-hati. Apalagi kalau musim hujan, jalan jadi becek dan licin," kata Taufik.
Namun setelah sampai ke lokasi objek wisata, rasa cepek di perjalanan hilang seketika. Sinar matahari nyaris tidak bisa menembus rapatnya pepohonan di sana, air jernih mengalir di atas bebatuan bertingkat tujuh. "Pokoknya bagus sekali, hutannya juga masih asri, bahkan ada pohon yang sangat besar, ini sulit kita temukan di zaman sekarang," tambahnya.(TribunKaltim,24052008)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA : 11-02-2012 - | Badan Urusan Logistik (Bulog) menggunakan data PPLS dan BPS sebagai acuan menyalurkanRaskin (Beras Miskin) 2012. Sementara untuk teknis penyalurannya, bulog tetap menggunakan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Raskin Menumpuk di Gudang |
11-02-2012 - | Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus berbenah untuk bisa menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Kapolres Paser AKBP Ismahjuddin Sik, Msi di depan ratusan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Polri Harus Anti Kekerasan |
11-02-2012 - | Bagi warga Tana Paser yang ingin ikut Jalan Sehat Ceria (JSC) Kaltim Post, Minggu (19/2) nanti, sepertinya harus cepat-cepat jika tak ingin kehabisan tiket. Pasalnya,...',300)" onMouseOut="toolTip()">Aksi Borong Tiket Makin Gencar |
11-02-2012 - | PT Asuransi Kesehatan (Askes) baru-baru ini melaksanakan sosialisasi penyegaran kembali pelayanan kesehatan, antara lain pelayanan rawat jalan,rawat inap, dan rawat...',300)" onMouseOut="toolTip()">Askes Gelar Sosialisasi Pelayanan Kesehatan |
11-02-2012 - | Sungguh beruntung para kepala sekolah di Kecamatan Kuaro dan Batu Sopang. Mereka untuk keduakalinya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan manajemen sekolah yang digelar...',300)" onMouseOut="toolTip()">31 Kepsek Belajar Sistem Manajemen Sekolah |
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 9
|