KPUD Akui Banyak Warga Tak Nyoblos | |||||||||||
Tak jauh berbeda dengan sejumlah kabupaten/kota di Kaltim, di Paser animo warga untuk memberikan hak suaranya pada Pilgub saat pencoblosan 26 Mei lalu, juga sangat kecil. Ketua KPUD Paser Drs H Syarfin Hamid saat ditemui Selasa kemarin di sekretariat KPUD Jl Jenderal Sudirman Tanah Grogot membenarkan besarnya warga yang menjadi golput pada Pilkada Gubernur Kaltim pertama secara langsung tersebut. "Memang benar, tingkat ketidak hadiran warga yang berhak mencoblos sangat besar. Ini terjadi di hampir semua TPS. Saya menyaksikan kondisi tersebut di sejumlah TPS yang saya kunjungi," jelas Syarfin yang tengah menyaksikan data perolehan suara Pilkada Kaltim melalui quick count TV swasta. Syarfin mengatakan ini akan menjadi bahan evaluasi pihaknya. "Ada TPS yang saya tinjau, dari 200 lebih pemilih yang terdaftar, kurang dari 100 orang yang hadir," tambahnya seraya mengatakan, rincian total golput dari jumlah pemilih yang ditetapkan belum dihitung. Sejumlah warga mengatakan enggan memberikan hak suaranya meski terdaftar sebagai pemilih dan mendapatkan kartu pemilih dan undangan. Mereka mengaku tak ada kepentingan harus hadir, sehingga lebih memilih tak datang ke TPS. Seperti diwartakan, pemungutan suara Pilgub kemarin berlangsung lancar. Ribuan warga yang berhak mengikuti pencoblosan sejak pukul 07.30 hingga masa berakhirnya pencoblosan pukul 13.00 Wita di 512 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 10 kecamatan. Namun dari pantauan koran ini di sejumlah TPS di Kecamatan Tanah Grogot dan sejumlah TPS di ibu kota Kecamatan, di antaranya Kecamatan Paser Belengkong, jumlah warga mendatangi TPS tak begitu banyak. (KaltimPost,28052008) Dikirim oleh : (administrator) | |||||||||||
BERITA LAINNYA :
| CARI ARSIP BERITA : |
