Nasib Nelayan Makin Terpuruk | |||||||||||
Dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) saat ini benar-benar menjadikan nelayan di Kabupaten Paser semakin terpuruk. Pasalnya, selain harga jual BBM cukup tinggi, juga untuk mendapat BBM khususnya jenis solar maupun minyak tanah sangat sulit. Imbasnya, nelayan harus membatasi diri turun ke laut untuk menangkap ikan. Kepala Desa (Kades) Perepat Kecamatan Tanjung Harapan Darwin, menyebutkan bahwa saat ini sejumlah desa di Kecamatan Tanjung Harapan, selain harus menanggung biaya yang cukup besar dalam setiap melaut, juga untuk mendapatkan solar dan minyak tanah sangat sulit. "Yang jelas, untuk sekali melaut perlu dana yang besar, itupun kalau bahan bakarnya ada. Tetapi selain harga solar mencapai Rp 6 ribu hingga Rp8 ribu perliter, juga untuk mendapatkannya sangat sulit," kata Darwin saat ditemui Rabu kemarin. Darwin yang juga berprofesi sebagai nelayan di Kecamatan yang kaya akan hasil lautnya ini, berharap pemerintah daerah untuk segera menyikapi kondisi ini, sehingga harga yang cukup tinggi dan kelangkaan BBM di sejumlah desa khusus desa Perepat tidak terjadi. "Dengan situasi harga BBM yang cukup tinggi dan kelangkaan ini, kita benar-benar dibuat susah. Kalau sekali melaut dapatnya banyak, mungkin tidak ada masalah, tetapi tak jarang pengeluaran lebih besar dari pendapatan. Karena itu, banyak nelayan yang terpaksa tidak melaut akibat kenaikan BBM ini," jelas Darwin. Kenyataan lebih memprihatinkan lanjut Darwin, harga kebutuhan pokok saat ini didesa Perepat juga cukup tinggi, sehingga warga benar-benar sengsara dengan adanya kenaikan BBM tersebut. "Harapan saya mewakili warga Perepat dan sejumlah desa nelayan lainnya di kecamatan Tanjung Harapan, sudah saatnya di desa Perepat atau Lori ada pangkalan BBM, sehingga nelayan tidak dibuat semakin menderita. Sementara, pengecer yang ada di desa Perepat, hanya mampu menyediakan 1-2 drum setiap hari. Itupun kalau lancar di Tanah Grogot," harapnya.(KaltimPost,29052008) Dikirim oleh : (administrator) | |||||||||||
BERITA LAINNYA :
| CARI ARSIP BERITA : |
